Dalam 3 tahun, NSA sadap 56 ribu email secara ilegal

Kamis, 22 Agustus 2013 - 14:31 WIB
Dalam 3 tahun, NSA sadap...
Dalam 3 tahun, NSA sadap 56 ribu email secara ilegal
A A A
Sindonews.com - Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, dalam tempo tiga tahun sengaja menyadap 56 ribu email warga AS. Puluhan ribu email itu disadap dari tahun 2008-2011.

Pengadilan AS, yang biasanya merahasiakan hasil putusannya, menyatakan, tindakan NSA itu, diduga kuat melanggar hukum di AS. NSA terus menjadi sorotan, setelah mantan kontraktornya, Edward Snowden, 30, telah membocorkan dokumen penyadapan global yang dilakukan AS.

Para pejabat intelijen yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan, tindakan NSA tidak disengaja. Mereka menyalahkan tindakan itu, justru pada masalah teknologi.

”NSA tidak bisa memisahkan email pribadi warga biasa dengan warga lain yang terkait dengan sangkaan rencana terorisme. Sehingga badan itu mengumpulkan puluhan ribu email di dalam negeri setiap tahun,” bunyi dokumen putusan pengadilan AS.

Dalam putusannya, hakim pengadilan, John Bates, mengkritik NSA atas pelanggaran privasi. ”Ini menandai contoh, bahwa dalam waktu kurang dari tiga tahun pemerintah telah melakukan kekeliruan besar dengan program surveilan-nya,” kata Bates, dikutip BBC, Kamis (22/8/2013).
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
53 menit yang lalu
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
3 jam yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
4 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
5 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
6 jam yang lalu
Infografis
3 Fakta Ukraina Tak...
3 Fakta Ukraina Tak Memiliki Masa Depan dalam Konflik Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved