35 negara anggota PBB serukan investigasi di Suriah
Kamis, 22 Agustus 2013 - 11:05 WIB
35 negara anggota PBB serukan investigasi di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 35 negara anggota PBB menyerukan penyelidikan menyeluruh terkait tragedi mamatikan di dekat Damaskus, Suriah, Rabu, kemarin. Para aktivis Suriah melansir, jumlah korban tewas akibat serangan bom kimia itu sudah mencapai 1.300 orang.
Sebanyak 35 negara anggota PBB, terutama AS dan beberapa negara Eropa mendesak tim PBB yang sudah berada di Suriah cepat menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di Ghouta, dekat Damaskus kemarin.
”Harus ada kejelasan tentang apa yang terjadi,” kata Duta Besar Argentina untuk PBB dan Presiden Dewan Keamanan saat ini, Maria Cristina Perceval, setelah pertemuan tertutup semalam, seperti dikutip Reuters, Kamis (22/8/2013).
Cristina Perceval mengatakan, Anggota Dewan juga menyambut instruksi Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. ”Untuk memastikan penyelidikan menyeluruh, imparsial dan cepat,” imbuh dia.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Menteri Informasi Suriah, Omran al-Zoubi, menuding para pemberontak terpaksa menuduh tentara Suriah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak karena "depresi" akibat kemajuan pesat pergerakan pasukan pemerintah.
"Ada sebuah operasi militer yang sedang berlangsung, yang progresif selama berhari-hari dan pasukan tentara Suriah yang maju, berhasil mendorong para pemberontak untuk menggunakan isu ini (senjata kimia). Ini bertepatan dengan hari pertama tim inspeksi PBB bekerja,” kata al-Zoubi
Sebanyak 35 negara anggota PBB, terutama AS dan beberapa negara Eropa mendesak tim PBB yang sudah berada di Suriah cepat menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di Ghouta, dekat Damaskus kemarin.
”Harus ada kejelasan tentang apa yang terjadi,” kata Duta Besar Argentina untuk PBB dan Presiden Dewan Keamanan saat ini, Maria Cristina Perceval, setelah pertemuan tertutup semalam, seperti dikutip Reuters, Kamis (22/8/2013).
Cristina Perceval mengatakan, Anggota Dewan juga menyambut instruksi Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. ”Untuk memastikan penyelidikan menyeluruh, imparsial dan cepat,” imbuh dia.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Menteri Informasi Suriah, Omran al-Zoubi, menuding para pemberontak terpaksa menuduh tentara Suriah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak karena "depresi" akibat kemajuan pesat pergerakan pasukan pemerintah.
"Ada sebuah operasi militer yang sedang berlangsung, yang progresif selama berhari-hari dan pasukan tentara Suriah yang maju, berhasil mendorong para pemberontak untuk menggunakan isu ini (senjata kimia). Ini bertepatan dengan hari pertama tim inspeksi PBB bekerja,” kata al-Zoubi
(esn)