Pendukung Morsi kembali serukan aksi demo massal
Kamis, 22 Agustus 2013 - 02:31 WIB
Pendukung Morsi kembali serukan aksi demo massal
A
A
A
Sindonews.com – Para pendukung presiden terguling Mohamed Morsi pada Rabu (21/8/2013), meminta rakyat Mesir untuk ambil bagian dalam "Jumat Martir", aksi protes besar-besaran terhadap kudeta militer yang dilakukan militer terhadap Morsi.
Sebuah kelompok yang menamakan dirinya Koalisi Nasional untuk Mendukung Legitimasi, mengaku akan terus berupaya menggagalkan kudeta yang dilakukan militer Mesir. "Kami akan tetap teguh di jalan untuk mengalahkan kudeta militer," sebut pernyataan kelompok itu, seperti dikutip dari Reuters.
Pekan lalu, aksi demonstrasi yang dilakukan pendukung Morsi yang berasal dari kalangan Islam berujung pada aksi kekerasan oleh aparat Mesir. Ratusan orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya terluka di seluruh Mesir.
Hingga kini, kondisi dalam negeri Mesir masih sulit untuk ditebak. Aksi kekerasan bisa terjadi setiap saat. Terlebih, setelah munculnya keputusan Pengadilan Mesir yang memerintahkan pembebasan mantan diktator Husni Mobarak.
Hakim Ahmed el-Bahrawi yang menangani kasus ini mengatakan kepada Reuters, bahwa keputusan itu bersifat final dan jaksa tidak dapat mengajukan banding atas hal itu. Sebelumnya, Jaksa telah mengajukan tuntutan baru ketika pengadilan telah memerintahkan pembebasan Mubarak.
Setelah digulingkan, Mubarak dan kedua putranya didakwa menyalahgunakan kekuasaan dan menerima hadiah dari lembaga Ahram melalui Menteri Penerangannya. Pengacara Mubarak, Farid al-Deeb mengatakan kepada Xinhua, bahwa Mubarak akan membayar kembali uang setara dengan nilai hadiah yang dituduhkan diterimanya.
Al-Deeb juga menyatakan rasa yakinnya, bahwa mantan Presiden Mesir itu akan segera dibebaskan. "Mubarak akan dibebaskan, kecuali dia dibebankan kasus kejahatan lainnya," kata pakar hukum Aly Masya pada Xinhua.
Sebuah kelompok yang menamakan dirinya Koalisi Nasional untuk Mendukung Legitimasi, mengaku akan terus berupaya menggagalkan kudeta yang dilakukan militer Mesir. "Kami akan tetap teguh di jalan untuk mengalahkan kudeta militer," sebut pernyataan kelompok itu, seperti dikutip dari Reuters.
Pekan lalu, aksi demonstrasi yang dilakukan pendukung Morsi yang berasal dari kalangan Islam berujung pada aksi kekerasan oleh aparat Mesir. Ratusan orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya terluka di seluruh Mesir.
Hingga kini, kondisi dalam negeri Mesir masih sulit untuk ditebak. Aksi kekerasan bisa terjadi setiap saat. Terlebih, setelah munculnya keputusan Pengadilan Mesir yang memerintahkan pembebasan mantan diktator Husni Mobarak.
Hakim Ahmed el-Bahrawi yang menangani kasus ini mengatakan kepada Reuters, bahwa keputusan itu bersifat final dan jaksa tidak dapat mengajukan banding atas hal itu. Sebelumnya, Jaksa telah mengajukan tuntutan baru ketika pengadilan telah memerintahkan pembebasan Mubarak.
Setelah digulingkan, Mubarak dan kedua putranya didakwa menyalahgunakan kekuasaan dan menerima hadiah dari lembaga Ahram melalui Menteri Penerangannya. Pengacara Mubarak, Farid al-Deeb mengatakan kepada Xinhua, bahwa Mubarak akan membayar kembali uang setara dengan nilai hadiah yang dituduhkan diterimanya.
Al-Deeb juga menyatakan rasa yakinnya, bahwa mantan Presiden Mesir itu akan segera dibebaskan. "Mubarak akan dibebaskan, kecuali dia dibebankan kasus kejahatan lainnya," kata pakar hukum Aly Masya pada Xinhua.
(esn)