PBB didesak cepat selidiki serangan maut di dekat Damaskus
Rabu, 21 Agustus 2013 - 17:48 WIB
PBB didesak cepat selidiki serangan maut di dekat Damaskus
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Elaraby, pada Rabu (21/8/2013), menyerukan kepada inspektur PBB untuk cepat menginvestigasi laporan tentang serangan bom kimia di dekat Ibu kota Damaskus, Suriah. Para aktivis HAM mengatakan, serangan itu dilakukan pasukan Presiden Bashar al-Assad dan menewaskan lebih dari 200 orang.
”Sekjen (Liga Arab) dalam sebuah pernyataan, mengatakan, ia terkejut dengan kejahatan yang menyedihkan menjelang kunjungan tim penyelidik PBB yang akan bertugas untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia,” tulis kantor berita MENA, seperti dikutip Reuters.
”Dia meminta para inspektur segera ke Ghouta timur (pinggiran Damaskus) untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi,” tulis MENA, mengutip pernyataan Nabil Elaraby.
Sebelumnya, para aktivis mengatakan, serangan dilakukan dengan roket berbahan kimia, di pinggiran kota Ain Tarma, Zamalka dan Jobar, di wilayah Ghouta. Bayan Baker, seorang perawat di fasilitas darurat Douma, mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan itu, mencapai 213 orang.
”Banyak korban adalah perempuan dan anak-anak. Mereka tiba dengan pupil melebar, tungkai dan busa dingin di mulut mereka. Para dokter mengatakan ini adalah gejala khas dari gas saraf,” kata Baker.
Sedangkan Pemerintah Suriah melalui siaran televisi langsung membantah, telah menggunakan senjata kimia dalam insiden itu. Pemerintah menuding, laporan itu sengaja dibuat para aktivis untuk menganggu tim PBB yang akan menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.
”Sekjen (Liga Arab) dalam sebuah pernyataan, mengatakan, ia terkejut dengan kejahatan yang menyedihkan menjelang kunjungan tim penyelidik PBB yang akan bertugas untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia,” tulis kantor berita MENA, seperti dikutip Reuters.
”Dia meminta para inspektur segera ke Ghouta timur (pinggiran Damaskus) untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi,” tulis MENA, mengutip pernyataan Nabil Elaraby.
Sebelumnya, para aktivis mengatakan, serangan dilakukan dengan roket berbahan kimia, di pinggiran kota Ain Tarma, Zamalka dan Jobar, di wilayah Ghouta. Bayan Baker, seorang perawat di fasilitas darurat Douma, mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan itu, mencapai 213 orang.
”Banyak korban adalah perempuan dan anak-anak. Mereka tiba dengan pupil melebar, tungkai dan busa dingin di mulut mereka. Para dokter mengatakan ini adalah gejala khas dari gas saraf,” kata Baker.
Sedangkan Pemerintah Suriah melalui siaran televisi langsung membantah, telah menggunakan senjata kimia dalam insiden itu. Pemerintah menuding, laporan itu sengaja dibuat para aktivis untuk menganggu tim PBB yang akan menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.
(esn)