Korsel sayangkan sikap Korut yang mengecam Latgab dengan AS
Selasa, 20 Agustus 2013 - 20:51 WIB
Korsel sayangkan sikap Korut yang mengecam Latgab dengan AS
A
A
A
Sindonews.com - Korea Selatan (Korsel) menyatakan penyesalan atas sikap Korea Utara (Korut) yang mengecam latihan militer gabungan antara tentara Korsel dan Amerika Serikat (AS), Selasa (20/8/2013). Pernyataan itu datang setelah Komite Reunifikasi Damai Korut mengecam komentar yang dibuat oleh Presiden Park Geun-hye.
"Kami sangat menyesalkan sikap Korut yang terus melanjutkan cara lama, mencela latihan militer tahunan kami dan menganggap itu sebagai persiapan untuk melakukan invasi ke utara," ungkap Kementerian Unifikasi Korsel dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Unifikasi Korsel kemudian mendesak Korut berhenti mengecam dan menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap pengembangan hubungan antar-Korea.
Sebelumnya, Komite Reunifikasi Damai Korut mengatakan, mereka yang berada di pihak Korut menekankan pentingnya memperkuat kesiapan perang sambil terus melanjutkan dialog untuk mencapai perdamaian. Korut memandang latihan perang itu sebagai konfrontasi ekstrim untuk berkonfrontasi.
Mereka kemudian memperingatkan, bahwa jika Seoul terus mengejar konfrontasi dengan Pyongyang, maka hubungan akan kembali jatuh ke titik terburuk yang berbuntut pada bencana yang tidak terkendali.
Kemarin, setelah hubungan dengan Utara mereda, Korsel mengumumkan bahwa mereka telah memulai latihan militer gabungan tahunan di Semenanjung Korea.
Latihan militer gabungan yang rencananya akan dilangsungkan selama 12 hari in diberi tajuk Ulchi Freedom Guardian (UFG). Latihan ini dibantu dengan simulasi komputer dan melibatkan 50 ribu tentara Korsel, serta 30 ribu pasukan AS.
"Kami sangat menyesalkan sikap Korut yang terus melanjutkan cara lama, mencela latihan militer tahunan kami dan menganggap itu sebagai persiapan untuk melakukan invasi ke utara," ungkap Kementerian Unifikasi Korsel dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Unifikasi Korsel kemudian mendesak Korut berhenti mengecam dan menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap pengembangan hubungan antar-Korea.
Sebelumnya, Komite Reunifikasi Damai Korut mengatakan, mereka yang berada di pihak Korut menekankan pentingnya memperkuat kesiapan perang sambil terus melanjutkan dialog untuk mencapai perdamaian. Korut memandang latihan perang itu sebagai konfrontasi ekstrim untuk berkonfrontasi.
Mereka kemudian memperingatkan, bahwa jika Seoul terus mengejar konfrontasi dengan Pyongyang, maka hubungan akan kembali jatuh ke titik terburuk yang berbuntut pada bencana yang tidak terkendali.
Kemarin, setelah hubungan dengan Utara mereda, Korsel mengumumkan bahwa mereka telah memulai latihan militer gabungan tahunan di Semenanjung Korea.
Latihan militer gabungan yang rencananya akan dilangsungkan selama 12 hari in diberi tajuk Ulchi Freedom Guardian (UFG). Latihan ini dibantu dengan simulasi komputer dan melibatkan 50 ribu tentara Korsel, serta 30 ribu pasukan AS.
(esn)