Total 173 tewas dalam Jumat berdarah di Mesir
Sabtu, 17 Agustus 2013 - 23:26 WIB
Total 173 tewas dalam Jumat berdarah di Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah korban tewas dalam bentrokan Jumat (16/8/2013), di seluruh Mesir telah meningkat menjadi 173 jiwa. Demikian dikatakan oleh Juru bicara pemerintah Mesir, Sherif Shawki, Sabtu (17/8/2013), seperti dikutip dari the Guardian.
Dilaporkan pula, 1.330 demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi terluka dalam aksi demonstrasi yang dinamakan ‘Hari Kemarahan’. Para pendukung Morsi turun ke jalan setelah salat Jumat untuk memprotes kematian ratusan demonstran pada Rabu (14/8/2013).
Kembali jatuhnya korban jiwa pada Jumat dikarenakan telah dilegalkannya aparat keamanan Mesir menggunakan peluru tajam untuk membubarkan aksi demonstran pendukung Morsi.
"Kementerian Dalam Negeri telah menginstruksikan semua kekuatan untuk menggunakan amunisi hidup (tajam) untuk menghadapi setiap serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan polisi," kata pernyataan yang disiarkan televisi negara.
“Semua kekuatan terkait yang bertugas melindungi instansi pemerintah, diberi senjata dan amunisi yang dibutuhkan untuk melawan setiap serangan,” tambah pernyataan itu. “Kementerian Dalam Negeri akan terus mengejar semua orang yang berpartisipasi dalam serangan apapun,” lanjut pernyataan tersebut.
Dilaporkan pula, 1.330 demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi terluka dalam aksi demonstrasi yang dinamakan ‘Hari Kemarahan’. Para pendukung Morsi turun ke jalan setelah salat Jumat untuk memprotes kematian ratusan demonstran pada Rabu (14/8/2013).
Kembali jatuhnya korban jiwa pada Jumat dikarenakan telah dilegalkannya aparat keamanan Mesir menggunakan peluru tajam untuk membubarkan aksi demonstran pendukung Morsi.
"Kementerian Dalam Negeri telah menginstruksikan semua kekuatan untuk menggunakan amunisi hidup (tajam) untuk menghadapi setiap serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan polisi," kata pernyataan yang disiarkan televisi negara.
“Semua kekuatan terkait yang bertugas melindungi instansi pemerintah, diberi senjata dan amunisi yang dibutuhkan untuk melawan setiap serangan,” tambah pernyataan itu. “Kementerian Dalam Negeri akan terus mengejar semua orang yang berpartisipasi dalam serangan apapun,” lanjut pernyataan tersebut.
(esn)