Kelompok HAM serukan penyelidikan penuh di Mesir
Sabtu, 17 Agustus 2013 - 22:58 WIB
Kelompok HAM serukan penyelidikan penuh di Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) yang berbasis di London, Amnesti Internasional, menyerukan penyelidikan penuh dan tidak memihak terhadap pertumpahan darah di Mesir. Menurut Amnesti Internasional, respon pemerintah untuk aksi protes yang terjadi "sangat tidak proporsional".
Amnesti Internasional juga mengimbau para ahli PBB untuk diizinkan menyelidiki tindakan keras aparat Mesir di Kairo dan sejumlah kota lainnya. “Pasukan keamanan telah menggunakan kekuatan mematikan dan tidak menepati janji untuk memungkinkan korban terluka untuk keluar dengan aman,” sebut pernyataan Amnesti Internasional, Jumat (16/8/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
"Berdasarkan kesaksian awal dan bukti lain yang kami kumpulkan, tampaknya ada sedikit keraguan, bahwa pasukan keamanan telah bertindak dengan terang-terangan mengabaikan untuk kehidupan manusia. Investigasi penuh yang tidak memihak dan independen sangat dibutuhkan," kata Philip Luther, Direktur Amnesti Internasional untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
"Sementara beberapa pengunjuk rasa menggunakan kekerasan, respon pemerintah adalah sangat tidak proporsional. Tampaknya, aparat tidak membedakan antara demonstran kekerasan dan non-kekerasan,” tambahnya.
“Pasukan keamanan menggunakan kekuatan mematikan, ketika itu tidak benar-benar diperlukan. Ini jelas pelanggaran hukum dan standar internasional," lanjut Luther. "Janji sebelumnya untuk memberikan kesempatan bagi demonstran untuk membubarkan diri secara damai, tidak ditepati,” lanjutnya.
Amnesti Internasional juga mengimbau para ahli PBB untuk diizinkan menyelidiki tindakan keras aparat Mesir di Kairo dan sejumlah kota lainnya. “Pasukan keamanan telah menggunakan kekuatan mematikan dan tidak menepati janji untuk memungkinkan korban terluka untuk keluar dengan aman,” sebut pernyataan Amnesti Internasional, Jumat (16/8/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
"Berdasarkan kesaksian awal dan bukti lain yang kami kumpulkan, tampaknya ada sedikit keraguan, bahwa pasukan keamanan telah bertindak dengan terang-terangan mengabaikan untuk kehidupan manusia. Investigasi penuh yang tidak memihak dan independen sangat dibutuhkan," kata Philip Luther, Direktur Amnesti Internasional untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
"Sementara beberapa pengunjuk rasa menggunakan kekerasan, respon pemerintah adalah sangat tidak proporsional. Tampaknya, aparat tidak membedakan antara demonstran kekerasan dan non-kekerasan,” tambahnya.
“Pasukan keamanan menggunakan kekuatan mematikan, ketika itu tidak benar-benar diperlukan. Ini jelas pelanggaran hukum dan standar internasional," lanjut Luther. "Janji sebelumnya untuk memberikan kesempatan bagi demonstran untuk membubarkan diri secara damai, tidak ditepati,” lanjutnya.
(esn)