Aparat Mesir tembaki demonstran dari atas helikopter
Sabtu, 17 Agustus 2013 - 00:53 WIB
Aparat Mesir tembaki demonstran dari atas helikopter
A
A
A
Sindonews.com – Puluhan orang dilaporkan tewas dalam bentrokan terbaru di Kairo dan sejumlah kota di Mesir, Jumat (16/8/2013). Memasuki malam waktu setempat, perhitungan korban tewas terus bertambah. Teraktual, dilaporkan lebih dari 100 orang tewas dalam bentrokan pada Jumat, yang disebut sebagai ‘Hari Kemarahan’ oleh pendukung presiden terguling Mohamed Morsi.
Seorang pengunjuk rasa, Said Mohammed, mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa banyak demonstran yang ditembak oleh orang-orang yang berada di atas helikopter. "Helikopter mulai menembaki kami saat kami berjalan. Teman saya terkena tembakan di leher dan dia meninggal," kata Mohammed.
"Ini adalah pertama kalinya kami melihat helikopter menembak. Ada juga orang yang menembak dari jendela," lanjutnya. Menggunakan peluru tajam dalam menghalau para demonstran memang telah dilegalkan oleh Kementerian Dalam Negeri Mesir.
"Kementerian Dalam Negeri telah menginstruksikan semua kekuatan untuk menggunakan amunisi hidup (tajam) untuk menghadapi setiap serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan polisi," kata pernyataan yang disiarkan televisi negara.
“Semua kekuatan terkait yang bertugas melindungi instansi pemerintah, diberi senjata dan amunisi yang dibutuhkan untuk melawan setiap serangan,” tambah pernyataan itu. “Kementerian Dalam Negeri akan terus mengejar semua orang yang berpartisipasi dalam serangan apapun,” lanjut pernyataan tersebut.
Seorang pengunjuk rasa, Said Mohammed, mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa banyak demonstran yang ditembak oleh orang-orang yang berada di atas helikopter. "Helikopter mulai menembaki kami saat kami berjalan. Teman saya terkena tembakan di leher dan dia meninggal," kata Mohammed.
"Ini adalah pertama kalinya kami melihat helikopter menembak. Ada juga orang yang menembak dari jendela," lanjutnya. Menggunakan peluru tajam dalam menghalau para demonstran memang telah dilegalkan oleh Kementerian Dalam Negeri Mesir.
"Kementerian Dalam Negeri telah menginstruksikan semua kekuatan untuk menggunakan amunisi hidup (tajam) untuk menghadapi setiap serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan polisi," kata pernyataan yang disiarkan televisi negara.
“Semua kekuatan terkait yang bertugas melindungi instansi pemerintah, diberi senjata dan amunisi yang dibutuhkan untuk melawan setiap serangan,” tambah pernyataan itu. “Kementerian Dalam Negeri akan terus mengejar semua orang yang berpartisipasi dalam serangan apapun,” lanjut pernyataan tersebut.
(esn)