Polisi Mesir yang tewas dimakamkan bak pahlawan
Jum'at, 16 Agustus 2013 - 19:49 WIB
Polisi Mesir yang tewas dimakamkan bak pahlawan
A
A
A
Sindonews.com – Di saat ratusan jenazah demonstran yang tewas akibat aksi kekerasan aparat keamanan masih terbaring di sebuah masjid di Kairo, empat polisi Mesir yang juga tewas dalam aksi itu dimakamkan dengan upacara militer, tak ubahnya pahlawan, Jumat (16/8/2013).
Stasiun televisi negara bahkan menyiarkan langsung prosesi pemakaman empat polisi tersebut. Upacara pemakaman dilangsungkan dengan secara militer. Peti mati empat polisi itu dibungkus dengan bendera Mesir dan ditempatkan di mobil truk pemadam kebakaran. Prosesi pemakaman juga diiringi dengan musik dari grup band kepolisian.
“Mereka meninggal dalam menjaga bangsa ini," kata komentator televisi Mesir, seperti dikutip dari Reuters. Dengan nada sendu, komentator itu menyatakan, masa mendatang adalah salah satu masa yang paling aman.
Sejak Mohamed Morsi digulingkan pada 3 Juli silam, kepolisian Mesir menunjukkan sikap berbeda, yang tidak terlihat sejak kejatuhan diktator Mesir, Hosni Mubarak pada 2011 silam. Tampil dengan peralatan serba baru, Kepolisian Mesir kerap dipuji sebagai pahlawan perang baru yang melawan musuh lama: militansi Islam.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohamed Ibrahim mengatakan, 43 polisi tewas dalam bentrokan dengan pendukung Morsi, Rabu (14/8/2013). Satu hari kemudian, Kementerian Dalam Negeri Mesir menginstruksikan polisi untuk menggunakan peluru tajam dalam menghalau demonstran.
"Kementerian Dalam Negeri telah menginstruksikan semua kekuatan untuk menggunakan amunisi hidup (tajam) untuk menghadapi setiap serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan polisi," kata pernyataan yang disiarkan televisi negara.
“Semua kekuatan terkait yang bertugas melindungi instansi pemerintah, diberi senjata dan amunisi yang dibutuhkan untuk melawan setiap serangan,” tambah pernyataan itu. “Kementerian Dalam Negeri akan terus mengejar semua orang yang berpartisipasi dalam serangan apapun,” lanjut pernyataan tersebut.
Stasiun televisi negara bahkan menyiarkan langsung prosesi pemakaman empat polisi tersebut. Upacara pemakaman dilangsungkan dengan secara militer. Peti mati empat polisi itu dibungkus dengan bendera Mesir dan ditempatkan di mobil truk pemadam kebakaran. Prosesi pemakaman juga diiringi dengan musik dari grup band kepolisian.
“Mereka meninggal dalam menjaga bangsa ini," kata komentator televisi Mesir, seperti dikutip dari Reuters. Dengan nada sendu, komentator itu menyatakan, masa mendatang adalah salah satu masa yang paling aman.
Sejak Mohamed Morsi digulingkan pada 3 Juli silam, kepolisian Mesir menunjukkan sikap berbeda, yang tidak terlihat sejak kejatuhan diktator Mesir, Hosni Mubarak pada 2011 silam. Tampil dengan peralatan serba baru, Kepolisian Mesir kerap dipuji sebagai pahlawan perang baru yang melawan musuh lama: militansi Islam.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohamed Ibrahim mengatakan, 43 polisi tewas dalam bentrokan dengan pendukung Morsi, Rabu (14/8/2013). Satu hari kemudian, Kementerian Dalam Negeri Mesir menginstruksikan polisi untuk menggunakan peluru tajam dalam menghalau demonstran.
"Kementerian Dalam Negeri telah menginstruksikan semua kekuatan untuk menggunakan amunisi hidup (tajam) untuk menghadapi setiap serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan polisi," kata pernyataan yang disiarkan televisi negara.
“Semua kekuatan terkait yang bertugas melindungi instansi pemerintah, diberi senjata dan amunisi yang dibutuhkan untuk melawan setiap serangan,” tambah pernyataan itu. “Kementerian Dalam Negeri akan terus mengejar semua orang yang berpartisipasi dalam serangan apapun,” lanjut pernyataan tersebut.
(esn)