Kepala HAM PBB tuntut penyelidikan menyeluruh di Mesir
Jum'at, 16 Agustus 2013 - 13:30 WIB
Kepala HAM PBB tuntut penyelidikan menyeluruh di Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Keapala HAM PBB, Navi Pillay, telah menuntut digelarnya penyelidikan luas terhadap operasi brutal aparat keamanan Mesir saat membubarkan kamp pengungsi pendukung presiden terguling Mohamed Morsi, Rabu (14/8/2013).
"Harus ada, penyidikan yang imparsial, efektif, dan kredibel independen dari perilaku aparat keamanan. Siapapun yang terbukti bersalah melakukan pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban," kata Pillay dalam sebuah pernyataan, Kamis (15/8/2013).
Menurut data yang dikeluarkan Pemerintah Mesir, lebih dari 600 orang tewas dalam dua serangan di kamp utama pendukung Morsi itu. Sementara Ikhwanul Muslimin menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 2.000 orang.
"Jumlah orang yang tewas atau terluka, bahkan menurut angka pemerintah, menunjukan penggunaan kekerasan yang berlebihan," kata Pillay. Pillay mendesak semua pihak di Mesir untuk mundur dari ambang bencana.
"Saya menyesalkan hilangnya nyawa dan menyerukan semua di Mesir untuk mencari jalan keluar dari kekerasan," katanya. Pillay mendesak pemerintah Mesir dan pasukan keamanan untuk bertindak dengan menahan diri. “Mereka terikat oleh aturan hukum dan harus bertindak dengan menghormati sepenuhnya hak asasi manusia," lanjutnya.
"Harus ada, penyidikan yang imparsial, efektif, dan kredibel independen dari perilaku aparat keamanan. Siapapun yang terbukti bersalah melakukan pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban," kata Pillay dalam sebuah pernyataan, Kamis (15/8/2013).
Menurut data yang dikeluarkan Pemerintah Mesir, lebih dari 600 orang tewas dalam dua serangan di kamp utama pendukung Morsi itu. Sementara Ikhwanul Muslimin menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 2.000 orang.
"Jumlah orang yang tewas atau terluka, bahkan menurut angka pemerintah, menunjukan penggunaan kekerasan yang berlebihan," kata Pillay. Pillay mendesak semua pihak di Mesir untuk mundur dari ambang bencana.
"Saya menyesalkan hilangnya nyawa dan menyerukan semua di Mesir untuk mencari jalan keluar dari kekerasan," katanya. Pillay mendesak pemerintah Mesir dan pasukan keamanan untuk bertindak dengan menahan diri. “Mereka terikat oleh aturan hukum dan harus bertindak dengan menghormati sepenuhnya hak asasi manusia," lanjutnya.
(esn)