Polisi Bangladesh & pengunjuk rasa bentrok, 1 tewas
Rabu, 14 Agustus 2013 - 21:23 WIB
Polisi Bangladesh & pengunjuk rasa bentrok, 1 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pendukung partai Islam terbesar di Bangladesh tewas, setelah terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di Ibu Kota Bangladesh, Dhaka, Rabu (14/8/2013). Unjuk rasa yang dilancarkan Jamaat-e-Islami selama dua hari itu merupakan bentuk protes atas keputusan pengadilan tinggi di Bangladesh yang menyatakan, partai itu melanggar konstitusi dan ilegal untuk ikut pemilu tahun depan.
Polisi Bangladesh mengatakan, unjuk rasa menjadi ricuh setelah pasukan keamanan berupaya membubarkan puluhan pendukung Jamaat-e-Islami yang menghancurkan beberapa mobil.
Media lokal Pakistan mengatakan, anggota Jamaat-e-Islami yang berusia 20 tahun tewas ditembak di kepala saat mengikuti unjuk rasa di hari terakhir.
Namun, polisi Bangladesh membantah hal itu. Menurut mereka, pria itu tewas tertabrak saat melarikan diri dari kejaran polisi selama bentrokan.
"Mereka menyerang kami dan melemparkan kami dengan batu dan bom molotov. Kami memutuskan membubarkan dengan menembakan peluru karet," ungkap Rafiqul Islam, kepala polisi di Jatrabari di Dhaka kepada AFP.
Sementara itu, para pejabat rumah sakit enggan mengomentari penyebab kemarian pria tersebut sebelum laporan otopsi keluar.
Polisi Bangladesh mengatakan, unjuk rasa menjadi ricuh setelah pasukan keamanan berupaya membubarkan puluhan pendukung Jamaat-e-Islami yang menghancurkan beberapa mobil.
Media lokal Pakistan mengatakan, anggota Jamaat-e-Islami yang berusia 20 tahun tewas ditembak di kepala saat mengikuti unjuk rasa di hari terakhir.
Namun, polisi Bangladesh membantah hal itu. Menurut mereka, pria itu tewas tertabrak saat melarikan diri dari kejaran polisi selama bentrokan.
"Mereka menyerang kami dan melemparkan kami dengan batu dan bom molotov. Kami memutuskan membubarkan dengan menembakan peluru karet," ungkap Rafiqul Islam, kepala polisi di Jatrabari di Dhaka kepada AFP.
Sementara itu, para pejabat rumah sakit enggan mengomentari penyebab kemarian pria tersebut sebelum laporan otopsi keluar.
(esn)