Wartawan AS punya 20 ribu data rahasia dari Snowden
Rabu, 07 Agustus 2013 - 14:23 WIB
Wartawan AS punya 20 ribu data rahasia dari Snowden
A
A
A
Sindonews.com - Wartawan AS, yang pertama kali merilis bocoran dokumen rahasia intelijen AS, Glenn Greenwald, mengaku memiliki 15 ribu hingga 20 ribu dokumen rahasia. Data itu, ia dapat dari whistleblower NSA, Edward Snowden.
Wartawan media Inggris, Guardian tersebut, merupakan salah satu dari beberapa wartawan yang mewawancarai Snowden, setelah mantan kontraktor NSA itu melarikan diri dari AS. ”Saya tidak menghitung secara tepat, tapi dia memberi saya 15 ribu, 20 ribu dokumen. Sangat, sangat lengkap dan sangat panjang,” kata wartawan yang berbasis di Brazil, kemarin seperti dikutip Reuters Rabu (7/8/2013).
Dokumen rahasia yang diberikan Snowden, kata Greenwald, terkait program pengawasan global NSA, yang termasuk penyadapan yang dilakukan AS terhadap sekutunya di Eropa seperti Jerman dan beberapa negara di Amerika Latin.
”Sebagian yang telah kami terbitkan, hanya sebagian kecil. Tentu ada lebih banyak tentan kegiatan spionase dari pemerintah AS, di mana mereka telah menembus sistem komunikasi dari Brazil dan Amerika Latin,” ujarnya.
Snowden kini tinggal di Rusia, setelah mendapatkan suaka dari pemerintah Vladimir Putin. Sebelum mendapat suaka, pemuda 30 tahun itu bersembunyi hampir lima minggu di zona transit bandara internasional Moskow, setelah meninggalkan Hong Kong pada 23 Juni 2013.
Wartawan media Inggris, Guardian tersebut, merupakan salah satu dari beberapa wartawan yang mewawancarai Snowden, setelah mantan kontraktor NSA itu melarikan diri dari AS. ”Saya tidak menghitung secara tepat, tapi dia memberi saya 15 ribu, 20 ribu dokumen. Sangat, sangat lengkap dan sangat panjang,” kata wartawan yang berbasis di Brazil, kemarin seperti dikutip Reuters Rabu (7/8/2013).
Dokumen rahasia yang diberikan Snowden, kata Greenwald, terkait program pengawasan global NSA, yang termasuk penyadapan yang dilakukan AS terhadap sekutunya di Eropa seperti Jerman dan beberapa negara di Amerika Latin.
”Sebagian yang telah kami terbitkan, hanya sebagian kecil. Tentu ada lebih banyak tentan kegiatan spionase dari pemerintah AS, di mana mereka telah menembus sistem komunikasi dari Brazil dan Amerika Latin,” ujarnya.
Snowden kini tinggal di Rusia, setelah mendapatkan suaka dari pemerintah Vladimir Putin. Sebelum mendapat suaka, pemuda 30 tahun itu bersembunyi hampir lima minggu di zona transit bandara internasional Moskow, setelah meninggalkan Hong Kong pada 23 Juni 2013.
(esn)