Assad sebut Koalisi Nasional Suriah tak bisa diandalkan
Senin, 05 Agustus 2013 - 10:21 WIB
Assad sebut Koalisi Nasional Suriah tak bisa diandalkan
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dalam pidatonya kemarin, mengecam kerja oposisi utama Suriah, yakni Koalisi Nasional. Assad menyebut, Koalisi Nasional tak bisa diandalkan dalam memecahkan krisis Suriah.
Menurut Assad, diplomasi politik yang dilakukan Koalisi Nasional tidak ada perkembangannya untuk menyelesaikan masalah di Suriah. Dia tetap menekankan, perang melawan pemberontakan adalah satu-satunya solusi yang bisa dilakukan.
”Oposisi ini tidak dapat diandalkan, dan tidak memiliki peran dalam memecahkan krisis," kata Assad, seperti dikutip inquirer.net, Senin (5/8/2013).
Dia menuduh Koalisi Nasional dapat gaji besar dari salah satu negara Teluk. ”Dan menyalahkan negara (Suriah) untuk terorisme, bukan menyalahkan orang-orang bersenjata atau pemberontak,” ucap Assad.
”Memang benar bahwa ada pertempuran seperti berita di media dan (internet), namun krisis hanya akan diselesaikan di medan perang,” lanjut Assad dalam pidato 45 menit itu.
Assad melanjutkan, setiap solusi politik harus dikombinasikan dengan operasi militer. ”Tak mungkin ada upaya politik atau kemajuan politik jika teror mencolok di mana-mana. Oleh karena teror harus dipukul untuk mendapatkan solusi politik di jalur yang benar,” kata Assad.
Komentar Assad keluar di tengah munculnya usulan AS dan Rusia untuk pembicaraan damai dalam konferensi Jenewa 2. Di mana, nantinya, perwakilan rezim Suriah dan perwakilan oposisi akan bertemua. Assad yakin, kubunya akan menang dalam konflik berdarah di negaranya.
”Jika kita di Suriah tidak yakin dengan kemenangan, kita tidak akan mampu bertahan dalam menghadapi agresi lebih dari dua tahun ini,” imbuh Assad.
Menurut Assad, diplomasi politik yang dilakukan Koalisi Nasional tidak ada perkembangannya untuk menyelesaikan masalah di Suriah. Dia tetap menekankan, perang melawan pemberontakan adalah satu-satunya solusi yang bisa dilakukan.
”Oposisi ini tidak dapat diandalkan, dan tidak memiliki peran dalam memecahkan krisis," kata Assad, seperti dikutip inquirer.net, Senin (5/8/2013).
Dia menuduh Koalisi Nasional dapat gaji besar dari salah satu negara Teluk. ”Dan menyalahkan negara (Suriah) untuk terorisme, bukan menyalahkan orang-orang bersenjata atau pemberontak,” ucap Assad.
”Memang benar bahwa ada pertempuran seperti berita di media dan (internet), namun krisis hanya akan diselesaikan di medan perang,” lanjut Assad dalam pidato 45 menit itu.
Assad melanjutkan, setiap solusi politik harus dikombinasikan dengan operasi militer. ”Tak mungkin ada upaya politik atau kemajuan politik jika teror mencolok di mana-mana. Oleh karena teror harus dipukul untuk mendapatkan solusi politik di jalur yang benar,” kata Assad.
Komentar Assad keluar di tengah munculnya usulan AS dan Rusia untuk pembicaraan damai dalam konferensi Jenewa 2. Di mana, nantinya, perwakilan rezim Suriah dan perwakilan oposisi akan bertemua. Assad yakin, kubunya akan menang dalam konflik berdarah di negaranya.
”Jika kita di Suriah tidak yakin dengan kemenangan, kita tidak akan mampu bertahan dalam menghadapi agresi lebih dari dua tahun ini,” imbuh Assad.
(esn)