9 tewas dalam serangan AU Suriah ke Bekaa
Sabtu, 03 Agustus 2013 - 19:54 WIB
9 tewas dalam serangan AU Suriah ke Bekaa
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak sembilan orang dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan tentara Suriah ke wilayah Bekaa, Kota Arsal, Libanon, Sabtu (3/8/2013). Demikian dilaporkan NNA, kantor berita Libanon.
NNA mengatakan, serangan udara tersebut menargetkan pengungsi Suriah yang bermukim di hutan, di antara Kota Ras Baalbek dan Arsal. Sebanyak sembilan orang tewas, sementara sembilan orang lainnya menderita luka-luka.
Korban luka-luka, termasuk anak-anak dan wanita telah dilarikan ke rumah sakit Universal di Baalbek. Kota Arsal terletak 12 km dari perbatasan Suriah dan telah menjadi jalur bagi pemberontak Suriah dan juga warga Suriah yang mencari tempat perlindungan untuk melarikan diri.
Wilayah ini telah berulangkali menjadi sasaran tembak tentara Suriah. Serangan udara terakhir terjadi pada Juni lalu. Presiden Libanon Michel Suleiman menanggapi serangan itu dengan mengeluarkan kecaman.
"Serangan yang terjadi di perbatasan kedua negara ini sebagai pelanggaran yang tidak dapat diterima atas kedaulatan Libanon," ungkap Suleiman.
Sementara Kementerian Luar Negeri Suriah menanggapi kecaman Suleiman ini lewat sebuah pernyataan yang dibacakan di televisi negara. "Suriah menekankan penghormatannya terhadap kedaulatan Libanon dan dukungan untuk keamanan dan stabilitas Libanon," sebut pernyataan Kemenlu Suriah.
NNA mengatakan, serangan udara tersebut menargetkan pengungsi Suriah yang bermukim di hutan, di antara Kota Ras Baalbek dan Arsal. Sebanyak sembilan orang tewas, sementara sembilan orang lainnya menderita luka-luka.
Korban luka-luka, termasuk anak-anak dan wanita telah dilarikan ke rumah sakit Universal di Baalbek. Kota Arsal terletak 12 km dari perbatasan Suriah dan telah menjadi jalur bagi pemberontak Suriah dan juga warga Suriah yang mencari tempat perlindungan untuk melarikan diri.
Wilayah ini telah berulangkali menjadi sasaran tembak tentara Suriah. Serangan udara terakhir terjadi pada Juni lalu. Presiden Libanon Michel Suleiman menanggapi serangan itu dengan mengeluarkan kecaman.
"Serangan yang terjadi di perbatasan kedua negara ini sebagai pelanggaran yang tidak dapat diterima atas kedaulatan Libanon," ungkap Suleiman.
Sementara Kementerian Luar Negeri Suriah menanggapi kecaman Suleiman ini lewat sebuah pernyataan yang dibacakan di televisi negara. "Suriah menekankan penghormatannya terhadap kedaulatan Libanon dan dukungan untuk keamanan dan stabilitas Libanon," sebut pernyataan Kemenlu Suriah.
(esn)