Loyalis Morsi tak gentar dengan ancaman pemerintah Mesir
Kamis, 01 Agustus 2013 - 10:53 WIB
Loyalis Morsi tak gentar dengan ancaman pemerintah Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Massa pro-Morsi tidak gentar dengan ancaman tindakan tegas dari pasukan keamanan Mesir, setelah aksi mereka dianggap sebagai ancaman keamanan nasional. Mereka tidak peduli dengan ancaman, dan tetap menuntut kekuasaan Morsi yang diperoleh melalui Pemilu yang demokratis setahun lalu dikembalikan.
”Ini akan menjadi konyol untuk menganggap bahwa militer sedang menunggu izin dari pemerintah,” kata Reda Abdelaziz, demonstran pro-Morsi, kepada CNN yang dilansir Rabu (31/7/2013).
Seorang dokter di rumah sakit turun ke jalan, di Rabaa al-Adawiya, Hesham Ibrahim, mengatakan, seluruh keluarganya ikut aksi diam mendukung Morsi. Mereka siap untuk menghadapi hal yang terburuk. ”Kami tidak akan pernah meninggalkan (tempat ini). Semua keluarga datang ke sini, dan kami akan tinggal,” kata Hesham Ibrahim.
Sebelumnya, pemerintah Mesir memutuskan untuk membersihkan negaranya dari aksi demonstran pro-Mohamed Morsi. Alasannya, aksi massa loyalis presiden Mesir terguling itu, sudah dianggap sebagai ancaman keamanan nasional.
Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohamed Ibrahim, telah diizinkan untuk mengambil tindakan tegas. ”(Termasuk) semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi bahaya ini dan mengakhiri (aksi) mereka," bunyi pernyataan Pemerintah Mesir yang disampaikan Menteri Informasi, Durriya Saharaf el-Din, setelah pertemuan kabinet mingguan.
”Tindakan terorisme (di sekitar Rabaa al-Adawiya dan sekitar al-Nahda), dan pemblokiran jalan, tidak lagi dapat diterima. Itu merupakan ancaman terhadap keamanan nasional, dan meneror warga," kata Sharaf el-Din, dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi Mesir.
”Ini akan menjadi konyol untuk menganggap bahwa militer sedang menunggu izin dari pemerintah,” kata Reda Abdelaziz, demonstran pro-Morsi, kepada CNN yang dilansir Rabu (31/7/2013).
Seorang dokter di rumah sakit turun ke jalan, di Rabaa al-Adawiya, Hesham Ibrahim, mengatakan, seluruh keluarganya ikut aksi diam mendukung Morsi. Mereka siap untuk menghadapi hal yang terburuk. ”Kami tidak akan pernah meninggalkan (tempat ini). Semua keluarga datang ke sini, dan kami akan tinggal,” kata Hesham Ibrahim.
Sebelumnya, pemerintah Mesir memutuskan untuk membersihkan negaranya dari aksi demonstran pro-Mohamed Morsi. Alasannya, aksi massa loyalis presiden Mesir terguling itu, sudah dianggap sebagai ancaman keamanan nasional.
Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohamed Ibrahim, telah diizinkan untuk mengambil tindakan tegas. ”(Termasuk) semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi bahaya ini dan mengakhiri (aksi) mereka," bunyi pernyataan Pemerintah Mesir yang disampaikan Menteri Informasi, Durriya Saharaf el-Din, setelah pertemuan kabinet mingguan.
”Tindakan terorisme (di sekitar Rabaa al-Adawiya dan sekitar al-Nahda), dan pemblokiran jalan, tidak lagi dapat diterima. Itu merupakan ancaman terhadap keamanan nasional, dan meneror warga," kata Sharaf el-Din, dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi Mesir.
(esn)