Dua keluarga di Kairo baku tembak di pasar, 15 tewas
Selasa, 30 Juli 2013 - 11:56 WIB
Dua keluarga di Kairo baku tembak di pasar, 15 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Kantor berita negara Mesir, MENA, melaporkan, telah terjadi baku tembak antara dua keluarga di sebuah pasar di Kairo, semalam. Sebanyak 15 orang tewas, termasuk 13 orang yang tewas dengan kondisi terbakar.
Menurut MENA, pada Senin (29/7/2013) malam, tanpa diketahui sebabnya, seorang pemilik toko melepaskan tembakan dengan senapan otomatis. Tembakan itu, menewaskan dua orang yang membuat barang dagangan berhamburan ke luar toko.
Tak berselang lama, kerabat dari dua orang yang ditembak itu, membalas dengan membakar toko milik pria bersenjata tersebut.
Pemilik toko mengambil tindakan dengan menutup toko yang terbakar. Dia dan 12 pekerjanya menyerang dengan membunuh para pembakar tokok itu. Sebelum para korban tewas, sempat terjadi baku tembak antara dua keluarga.
Tembak-menembak dan balas dendam dengan pembakaran toko di lingkungan Kairo, menjadi sinyal pelanggaran hukum terbaru di Mesir, setelah dua tahun dilanda kekacauan politik. Senjata berlimpah, dan polisi tidak mampu menekan lonjakan kasus kriminalitas.
Sementara itu, penasihat Presiden Mesir, Ahmed al-Mislimani, kemarin, mengatakan, bahwa negara tidak akan memberlakukan hukum darurat dalam waktu dekat. Mislimani mengatakan, meski Presiden interim Mesir Adly Mansour telah mengeluarkan dekrit pada akhir pekan lalu, namun tidak berarti bahwa hukum darurat akan diberlakukan segera.
Mansour mengeluarkan dekrit yang ditujukan kepada Perdana Menteri Hazem Beblawi, bahwa, presiden memberikan mandat untuk menjalankan undang-undang darurat. Salah satu kekuasaan yang diberikan pada Beblawi adalah, kekuasaan untuk memberikan hak pada militer untuk menangkap warga sipil.
Menurut Mislami, beberapa peristiwa mengharuskan tindakan keamanan lebih. “Kita menghadapi serangan terorisme di Sinai yang menargetkan tentara dan polisi," katanya.
Menurut MENA, pada Senin (29/7/2013) malam, tanpa diketahui sebabnya, seorang pemilik toko melepaskan tembakan dengan senapan otomatis. Tembakan itu, menewaskan dua orang yang membuat barang dagangan berhamburan ke luar toko.
Tak berselang lama, kerabat dari dua orang yang ditembak itu, membalas dengan membakar toko milik pria bersenjata tersebut.
Pemilik toko mengambil tindakan dengan menutup toko yang terbakar. Dia dan 12 pekerjanya menyerang dengan membunuh para pembakar tokok itu. Sebelum para korban tewas, sempat terjadi baku tembak antara dua keluarga.
Tembak-menembak dan balas dendam dengan pembakaran toko di lingkungan Kairo, menjadi sinyal pelanggaran hukum terbaru di Mesir, setelah dua tahun dilanda kekacauan politik. Senjata berlimpah, dan polisi tidak mampu menekan lonjakan kasus kriminalitas.
Sementara itu, penasihat Presiden Mesir, Ahmed al-Mislimani, kemarin, mengatakan, bahwa negara tidak akan memberlakukan hukum darurat dalam waktu dekat. Mislimani mengatakan, meski Presiden interim Mesir Adly Mansour telah mengeluarkan dekrit pada akhir pekan lalu, namun tidak berarti bahwa hukum darurat akan diberlakukan segera.
Mansour mengeluarkan dekrit yang ditujukan kepada Perdana Menteri Hazem Beblawi, bahwa, presiden memberikan mandat untuk menjalankan undang-undang darurat. Salah satu kekuasaan yang diberikan pada Beblawi adalah, kekuasaan untuk memberikan hak pada militer untuk menangkap warga sipil.
Menurut Mislami, beberapa peristiwa mengharuskan tindakan keamanan lebih. “Kita menghadapi serangan terorisme di Sinai yang menargetkan tentara dan polisi," katanya.
(esn)