Terlibat korupsi, 18 orang di China dijebloskan ke penjara

Sabtu, 27 Juli 2013 - 10:38 WIB
Terlibat korupsi, 18...
Terlibat korupsi, 18 orang di China dijebloskan ke penjara
A A A
Sindonews.com - Sedikitnya 18 orangdijebloskan ke penjara di China, sehubungan dengan skandal korupsi yang melibatkan produsen obat Inggris, GlaxoSmithKline (GSK). Demikian, laporan media pemerintah China, seperti dikutip Reuters, Sabtu (27/7/2013).

”Baru-baru ini dilakukan proses hukum terhadap 18 karyawan GlaxoSmithKline, dan beberapa tenaga medis,” bunyi laporan radio pemerintah China. Laporan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang penahanan belasan orang itu.

Pihak Kepolisian Zhengzhou, China, saat dihubungi via telepon, menolak berkomentar, karena situasi tidak memungkinkan. Pihak GSK , juga tidak memberikan komentar.

Polisi China sebelumnya telah mengumumkan penahanan empat eksekutif GSK cabang China sehubungan dengan tuduhan, bahwa produsen obat tersebut menyalurkan hingga 3 miliar yuan (USD 489 juta) untuk agen perjalanan guan memfasilitasi suap kepada dokter dan pejabat.

GSK telah mengakui bahwa beberapa eksekutifnya di China telah melanggar hukum. Tapi Chief Executive GSK, Andrew Witty, mengatakan, bahwa kantor pusat GSK tidak memiliki informasi terkait dugaan kesalahan yang dilakukan para anak buahnya.

Sementara itu, kantor berita resmi Xinhua menulis perihal kasus itu. ”Karyawan GSK, diduga menawarkan suap kepada dokter, meminta mereka untuk meresepkan obat yang lebih, dalam rangka meningkatkan volume penjualan, dan mendorong harga obat,” tulis Xinhua.

Xinhua mengutip wawancara dengan seorang pria bermarga Li, bahwa, seorang manajer penjualan regional untuk GSK, bertanggung jawab menjual obat pernafasan untuk lebih dari 10 rumah sakit di Zhengzhou. Dari proses itu, tindakan korupsi telah dimulai.

"Mereka mengundang dokter untuk bergabung dalam konferensi akademik tingkat tinggi, untuk membantu para praktisi meningkatkan pengaruh pada mereka. Mereka juga menjalin hubungan pribadi yang baik dengan dokter, menawarkan mereka uang, untuk membuat mereka meresepkan obat yang lebih,” lanjut laporan Xinhua.
(esn)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
30 menit yang lalu
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
1 jam yang lalu
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
2 jam yang lalu
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
3 jam yang lalu
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
4 jam yang lalu
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
5 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved