Wanita Iran 99 tahun ini, kini jadi warga AS
Sabtu, 27 Juli 2013 - 09:10 WIB
Wanita Iran 99 tahun ini, kini jadi warga AS
A
A
A
Sindonews.com - Hampir satu abad sejak ia dilahirkan di Iran, Khatoun Khoykani, telah melewati hidup di masa revolusi dan perang dunia. Selama 15 tahun terakhir ini, Khoykani telah pindah ke Amerika Serikat, dan bertekad menjadi warga AS meski sempat pesimis lantaran usianya sudah uzur, yakni 99 tahun.
Tapi, harapannya terkabul. Khoykani bersama sekitar 3.700 orang lain pada Jumat kemarin, mengikuti upacara naturalisasi di Los Angeles Convention Center. ”Saya sangat senang, saya bahkan tidak bisa berpikir,” kata Khoykani dengan logat bahasa Persia, seperti dikutip ABC News, Sabtu (27/7/2013).
Naturalisasi Khoykani termasuk kasus langka, karena dianggap salah satu orang tertua tahun ini yang bergabung menjadi warga AS. Menurut wakil dari pihak Kantor Layanan Imigrasi Los Angeles, Claire Nicholson, setidaknya ada 95 orang dengan usia lanjut mendaftarkan diri menjadi warga AS.
Namun, hanya 27 orang berusia lanjut yang bisa menjadi warga AS dalam 50 tahun terakhir. ”Anda harus memuji wanita ini. Ini sangat luar biasa," kata Nicholson "Tidak terlalu banyak orang seusia dia.”
Tapi, sebelum Khoykani, ada imigran yang lebih tua usianya yang tinggal di Los Angeles. Ia adalah Manik Bokchalian, seorang imigran Turki. Usianya saat diambil sumpah dalam upacara naturalisasi tahun 1997 adalah 117 tahun.
Selama Ikrar kesetiaan, Khoykani yang duduk di kursi roda diibantu putrinya. ”Ketika saya masih kecil, ibu saya selalu berbicara suatu saat datang ke Amerika," kata Clara Khachadurian, putri Khoykani. "Kami sangat senang untuknya."
Khoykani bermimpi pindah ke AS sejak kakeknya membual tentang negara adi daya itu, ketika dia masih kecil. Dia datang ke AS tahun 1998, untuk tinggal bersama ketiga anaknya yang telah meninggalkan Iran hampir 30 tahun yang lalu. Empat tahun lalu, ia nyaris melewatkan kesempatan menjadi warga negara AS.
Ketika dia berusia 93, suami Khoykani yang didiagnosa menderita kanker otak, dan dia kembali ke Iran untuk merawatnya. Ketika dia meninggal pada tahun 2009, dia ingin kembali ke AS, namun pemerintah berusaha untuk mencabut “kartu hijau” karena dia telah pergi lebih dari enam bulan.
Khachadurian melakukan perjalanan ke Iran dan mampu membawa ibunya kembali ke Los Angeles setelah proses hukum yang panjang. Meskipun pengalaman yang menggemparkan, tidak ada tanda-tanda stres selama perayaan upacara naturalisasi.
”Saya gemetar karena saya sangat senang," kata Khoykani sambil menyeka air mata kebahagiaan. "Tidak ada tempat seperti ini di seluruh dunia."
Tapi, harapannya terkabul. Khoykani bersama sekitar 3.700 orang lain pada Jumat kemarin, mengikuti upacara naturalisasi di Los Angeles Convention Center. ”Saya sangat senang, saya bahkan tidak bisa berpikir,” kata Khoykani dengan logat bahasa Persia, seperti dikutip ABC News, Sabtu (27/7/2013).
Naturalisasi Khoykani termasuk kasus langka, karena dianggap salah satu orang tertua tahun ini yang bergabung menjadi warga AS. Menurut wakil dari pihak Kantor Layanan Imigrasi Los Angeles, Claire Nicholson, setidaknya ada 95 orang dengan usia lanjut mendaftarkan diri menjadi warga AS.
Namun, hanya 27 orang berusia lanjut yang bisa menjadi warga AS dalam 50 tahun terakhir. ”Anda harus memuji wanita ini. Ini sangat luar biasa," kata Nicholson "Tidak terlalu banyak orang seusia dia.”
Tapi, sebelum Khoykani, ada imigran yang lebih tua usianya yang tinggal di Los Angeles. Ia adalah Manik Bokchalian, seorang imigran Turki. Usianya saat diambil sumpah dalam upacara naturalisasi tahun 1997 adalah 117 tahun.
Selama Ikrar kesetiaan, Khoykani yang duduk di kursi roda diibantu putrinya. ”Ketika saya masih kecil, ibu saya selalu berbicara suatu saat datang ke Amerika," kata Clara Khachadurian, putri Khoykani. "Kami sangat senang untuknya."
Khoykani bermimpi pindah ke AS sejak kakeknya membual tentang negara adi daya itu, ketika dia masih kecil. Dia datang ke AS tahun 1998, untuk tinggal bersama ketiga anaknya yang telah meninggalkan Iran hampir 30 tahun yang lalu. Empat tahun lalu, ia nyaris melewatkan kesempatan menjadi warga negara AS.
Ketika dia berusia 93, suami Khoykani yang didiagnosa menderita kanker otak, dan dia kembali ke Iran untuk merawatnya. Ketika dia meninggal pada tahun 2009, dia ingin kembali ke AS, namun pemerintah berusaha untuk mencabut “kartu hijau” karena dia telah pergi lebih dari enam bulan.
Khachadurian melakukan perjalanan ke Iran dan mampu membawa ibunya kembali ke Los Angeles setelah proses hukum yang panjang. Meskipun pengalaman yang menggemparkan, tidak ada tanda-tanda stres selama perayaan upacara naturalisasi.
”Saya gemetar karena saya sangat senang," kata Khoykani sambil menyeka air mata kebahagiaan. "Tidak ada tempat seperti ini di seluruh dunia."
(esn)