Jumlah korban flu babi di Argentina menjadi 43 jiwa
Jum'at, 26 Juli 2013 - 15:58 WIB
Jumlah korban flu babi di Argentina menjadi 43 jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah korban tewas pasien terinfeksi virus H1N1 atau yang juga dikenal sebagai flu babi di Argentina bertambah lima orang, menjadi 43 jiwa. Demikian diungkapkan oleh petugas kesehatan Provinsi San Juan dalam sebuah konferensi pers.
"Kami mengkonfirmasi kematian, empat orang di wilayah barat dan satu di wilayah timur," ungkap Mauricio Diaz, sekertariat Departemen Kesehatan Provinsi San Juan. "Kasus kematian terakhir menimpa seorang pria 40 tahun yang menderita lupus dan tiga orang tua yang menderita sakit parah," terang Diaz.
Korban tewas kelima adalah seorang pria 65 tahun yang di rawat di rumah sakit Kota Las Flores, Provinsi Buenos Aires. Direktur RS Kota Las Flores, Adrian Decundo mengatakan, rumah sakit mereka menampung enam pasien yang dicurigai mengidap flu babi. Tapi, kemarin salah satu dari mereka meninggal. Pasien itu meninggal dan setelah hasil tes membuktikan dia positif mengidap flu babi.
Data Organisiasi Kesehatan Pan-Amerika menyatakan, pada tahun 2009 Argentina menjadi negara dengan angka kematian tertinggi kedua akibat virus itu setelah Amerika Serikat. Sebanyak 685 orang, kala itu dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 12 ribu orang terinfeksi.
"Kami mengkonfirmasi kematian, empat orang di wilayah barat dan satu di wilayah timur," ungkap Mauricio Diaz, sekertariat Departemen Kesehatan Provinsi San Juan. "Kasus kematian terakhir menimpa seorang pria 40 tahun yang menderita lupus dan tiga orang tua yang menderita sakit parah," terang Diaz.
Korban tewas kelima adalah seorang pria 65 tahun yang di rawat di rumah sakit Kota Las Flores, Provinsi Buenos Aires. Direktur RS Kota Las Flores, Adrian Decundo mengatakan, rumah sakit mereka menampung enam pasien yang dicurigai mengidap flu babi. Tapi, kemarin salah satu dari mereka meninggal. Pasien itu meninggal dan setelah hasil tes membuktikan dia positif mengidap flu babi.
Data Organisiasi Kesehatan Pan-Amerika menyatakan, pada tahun 2009 Argentina menjadi negara dengan angka kematian tertinggi kedua akibat virus itu setelah Amerika Serikat. Sebanyak 685 orang, kala itu dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 12 ribu orang terinfeksi.
(esn)