Al-Qaeda Irak klaim bertanggung jawab atas serangan ke penjara
Selasa, 23 Juli 2013 - 23:46 WIB
Al-Qaeda Irak klaim bertanggung jawab atas serangan ke penjara
A
A
A
Sindonews.com – Al-Qaeda Irak pada Selasa (23/7/2013), mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan terkoordinasi pada dua penjara dekat Baghdad. Demikian dinyatakan kelompok itu dalam pernyataan yang dimuat di sebuah situs Islam.
"Para mujahidin (pejuang suci) telah berbulan-bulan melakukan persiapan dan perencanaan, serta menargetkan dua penjara terbesar dari pemerintah Safawi, Baghdad Central Prison (penjara Abu Ghraib) dan Penjara Taji," kata pernyataan yang dilayangkan al-Qaeda Irak.
Safawi adalah dinasti Iran (1499-1736) yang didirikan kaum Syiah. Pernyataan al-Qaeda itu mengatakan, bahwa serangan tersebut merupakan respon terhadap "kejahatan" pemerintah yang dipimpin kaum Syiah Irak itu terhadap rakyat Irak Sunni.
Menurut pernyataan itu, para anggota al-Qaeda secara bersamaan menyerang gerbang dan dinding luar dari dua penjara tersebut. Mereka juga memblokir jalan di dekat penjara dan merebut pos pemeriksaan, serta menembakan roket dan mortir ke arah pangkalan militer di sekitar penjara.
“Pertarungan sengit antara penyerang dan penjaga penjara berlangsung selama berjam-jam dan berujung pada pembebasan ratusan tahanan, termasuk lebih dari 500 mujahidin," lanjut pernyataan itu.
Serangan ini terjadi pada Minggu (21/7/2013) malam. Hakim al-Zamili, anggota komite keamanan dan pertahanan parlemen, mengatakan, bahwa 500 sampai 1.000 tahanan, yang sebagian besar memiliki hubungan dengan al-Qaeda, telah melarikan diri dari penjara.
"Para mujahidin (pejuang suci) telah berbulan-bulan melakukan persiapan dan perencanaan, serta menargetkan dua penjara terbesar dari pemerintah Safawi, Baghdad Central Prison (penjara Abu Ghraib) dan Penjara Taji," kata pernyataan yang dilayangkan al-Qaeda Irak.
Safawi adalah dinasti Iran (1499-1736) yang didirikan kaum Syiah. Pernyataan al-Qaeda itu mengatakan, bahwa serangan tersebut merupakan respon terhadap "kejahatan" pemerintah yang dipimpin kaum Syiah Irak itu terhadap rakyat Irak Sunni.
Menurut pernyataan itu, para anggota al-Qaeda secara bersamaan menyerang gerbang dan dinding luar dari dua penjara tersebut. Mereka juga memblokir jalan di dekat penjara dan merebut pos pemeriksaan, serta menembakan roket dan mortir ke arah pangkalan militer di sekitar penjara.
“Pertarungan sengit antara penyerang dan penjaga penjara berlangsung selama berjam-jam dan berujung pada pembebasan ratusan tahanan, termasuk lebih dari 500 mujahidin," lanjut pernyataan itu.
Serangan ini terjadi pada Minggu (21/7/2013) malam. Hakim al-Zamili, anggota komite keamanan dan pertahanan parlemen, mengatakan, bahwa 500 sampai 1.000 tahanan, yang sebagian besar memiliki hubungan dengan al-Qaeda, telah melarikan diri dari penjara.
(esn)