Bentrok pendukung & penentang Morsi kembali memakan korban
Selasa, 23 Juli 2013 - 20:41 WIB
Bentrok pendukung & penentang Morsi kembali memakan korban
A
A
A
Sindonews.com - Pagi ini, bentrok antara pendukung dan penentang Presiden Mesir yang digulingkan, Mohamed Morsi kembali pecah di sekitar lingkungan Universitas Kairo, Mesir, Selasa (23/7/2013).
Kementerian Kesehatan Mesir dalan sebuah pernyataan mengatakan, sedikitnya enam orang dilaporkan tewas, sementara 33 orang lainnya cedera dalam bentrok itu.
Kementerian Kesehatan Mesir menambahkan, bentrok antara dua kubu itu juga pecah di alun-alun Tahrir, pusat Kota Kairo dan alun-alun Rabia al-Adawaeya di Kota Nasr. Sebanyak sembilan demostran dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden itu.
Bentok pagi ini merupakan kelanjutan atas bentrok antara penentang dan pendukung Morsi yang pecah di dua lokasi semalam, yakni di alun-alun Tahrir dan Kota Qalioub Qalioubeya. Sebanyak empat demostran dilaporkan tewas, sementara 44 orang lainnya menderita luka-luka, setelah demostran saling lempar batu dan melepaskan tembakan dari senapan angin.
Dua bentrok itu pecah setelah Presiden sementara Mesir Adli Mansour, menyerukan rekonsiliasi nasional dalam sebuah pidato langsung di televisi pada Senin malam. "Kami ingin membuka halaman baru, bebas dari prasangka, kebencian dan perpecahan," ungkap Mansour.
Mansour sendiri, sebelumnya telah berjanji untuk memperjuangkan stabilitas Mesir dari lawannya, yang ia tuduh menggiring Mesir ke dalam jurang kekacauan. ”Kami akan melawan pertempuran untuk keamanan sampai akhir. Kami akan menjaga revolusi,” kata Mansour.
Selama sepekan, setelah Morsi dilengserkan pada 3 Juli 2013 lalu, tercatat lebih dari 50 orang pendukungnya terbunuh dalam kekerasan di Mesir. Bentrokan ratusan pendukung Morsi dengan polisi kemarin, diwarnai dengan pemblokiran jembatan utama di Kairo, namun tidak bertahan lama.
Dalam aksinya, para demonstran pro Morsi dalam aksinya memanggil-manggil nama kepala angkatan bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi yang dianggap paling bertanggung jawab dalam pelengseran Morsi.
Kementerian Kesehatan Mesir dalan sebuah pernyataan mengatakan, sedikitnya enam orang dilaporkan tewas, sementara 33 orang lainnya cedera dalam bentrok itu.
Kementerian Kesehatan Mesir menambahkan, bentrok antara dua kubu itu juga pecah di alun-alun Tahrir, pusat Kota Kairo dan alun-alun Rabia al-Adawaeya di Kota Nasr. Sebanyak sembilan demostran dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden itu.
Bentok pagi ini merupakan kelanjutan atas bentrok antara penentang dan pendukung Morsi yang pecah di dua lokasi semalam, yakni di alun-alun Tahrir dan Kota Qalioub Qalioubeya. Sebanyak empat demostran dilaporkan tewas, sementara 44 orang lainnya menderita luka-luka, setelah demostran saling lempar batu dan melepaskan tembakan dari senapan angin.
Dua bentrok itu pecah setelah Presiden sementara Mesir Adli Mansour, menyerukan rekonsiliasi nasional dalam sebuah pidato langsung di televisi pada Senin malam. "Kami ingin membuka halaman baru, bebas dari prasangka, kebencian dan perpecahan," ungkap Mansour.
Mansour sendiri, sebelumnya telah berjanji untuk memperjuangkan stabilitas Mesir dari lawannya, yang ia tuduh menggiring Mesir ke dalam jurang kekacauan. ”Kami akan melawan pertempuran untuk keamanan sampai akhir. Kami akan menjaga revolusi,” kata Mansour.
Selama sepekan, setelah Morsi dilengserkan pada 3 Juli 2013 lalu, tercatat lebih dari 50 orang pendukungnya terbunuh dalam kekerasan di Mesir. Bentrokan ratusan pendukung Morsi dengan polisi kemarin, diwarnai dengan pemblokiran jembatan utama di Kairo, namun tidak bertahan lama.
Dalam aksinya, para demonstran pro Morsi dalam aksinya memanggil-manggil nama kepala angkatan bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi yang dianggap paling bertanggung jawab dalam pelengseran Morsi.
(esn)