Pelaku bom bunuh diri tewaskan 3 tentara NATO
Selasa, 23 Juli 2013 - 20:36 WIB
Pelaku bom bunuh diri tewaskan 3 tentara NATO
A
A
A
Sindonews.com - Tiga anggota Pasukan Bantuan Keamanan Internasional pimpinan NATO (ISAF), dilaporkan tewas akibat ledakan bom di Afghanistan, Selasa (23/7/2013). Demikian bunyi pernyataan yang disampaikan ISAF.
Serangan pemboman itu terjadi sekitar pukul 8.30 pagi ini di Distrik Sayyed Abad. “Tiga anggota Pasukan Bantuan Keamanan Internasional tewas, menyusul serangan bom rakitan di Afghanistan timur, hari ini," sebut isi pernyataan itu tanpa menyebutkan kebangsaan korban.
Tidak mengungkapkan dari negara mana korban berasal adalah kebijakan yang diambil ISAF. Serangan itu juga dikonfimasi oleh seorang pejabat Provinsi Wardak.
"Seorang pelaku bom bunuh diri yang menunggangi keledai mendekati konvoi pasukan ISAF dan Tentara Nasional Afghanistan (ANA). Pria itu langsung meledakan dirinya, tiga orang tentara asing tewas dalam ledakan itu. Sementara empat anggota ANA mengalami luka-luka," terang pejabat pemerintah Provinsi Wardak.
Masih kerap terjadinya aksi kekerasan membuat sejumlah pihak khawatir tentang kondisi keamanan negara itu pasca penarikan pasukan asing pada 2014 mendatang. Banyak pihak yang ragu, polisi dan tentara Afghanistan mampu mengambil alih tanggung jawab keamanan. Terhitung sudah 104 tentara NATO tewas sepanjang 2013, di mana 36 diantaranya berasal dari AS.
Serangan pemboman itu terjadi sekitar pukul 8.30 pagi ini di Distrik Sayyed Abad. “Tiga anggota Pasukan Bantuan Keamanan Internasional tewas, menyusul serangan bom rakitan di Afghanistan timur, hari ini," sebut isi pernyataan itu tanpa menyebutkan kebangsaan korban.
Tidak mengungkapkan dari negara mana korban berasal adalah kebijakan yang diambil ISAF. Serangan itu juga dikonfimasi oleh seorang pejabat Provinsi Wardak.
"Seorang pelaku bom bunuh diri yang menunggangi keledai mendekati konvoi pasukan ISAF dan Tentara Nasional Afghanistan (ANA). Pria itu langsung meledakan dirinya, tiga orang tentara asing tewas dalam ledakan itu. Sementara empat anggota ANA mengalami luka-luka," terang pejabat pemerintah Provinsi Wardak.
Masih kerap terjadinya aksi kekerasan membuat sejumlah pihak khawatir tentang kondisi keamanan negara itu pasca penarikan pasukan asing pada 2014 mendatang. Banyak pihak yang ragu, polisi dan tentara Afghanistan mampu mengambil alih tanggung jawab keamanan. Terhitung sudah 104 tentara NATO tewas sepanjang 2013, di mana 36 diantaranya berasal dari AS.
(esn)