AS: Pria Saudi rancang bom untuk jaringan al-Qaeda
Sabtu, 20 Juli 2013 - 11:35 WIB
AS: Pria Saudi rancang bom untuk jaringan al-Qaeda
A
A
A
Sindonews.com - Pejabat senior Amerika Serikat (AS) menuduh pria Arab Saudi, Ibrahim Hassan al-Asiri, merancang bom pakaian untuk jaringan teroris al-Qaeda yang beroperasi di Yaman, AQAP. Asiri juga diduga melatih cara pembuatan bom itu.
Demikian disampaikan John Pistole, Kepala Administrasi Keamanan Transportasi AS, Jumat kemarin, dikutip Reuters, Sabtu (20/7/2013). Menurutnya, bom pakaian rancangan Asiri pernah direncanakan untuk serangan pesawat pada Mei 2012, namun berhasil digagalkan.
”Ada intelijen yang menyatakan, bahwa ia telah melatih orang lain. Ada banyak upaya untuk mengidentifikasi orang-orang itu, “ kata Pistole dalam Forum Keamanan Aspen di Colorado.
Kepada Reuters, Pistole menyebut Asiri adalah sosok yang cerdas. Asiri selamat dari serangan rudal tak berawak AS pada tahun 2011. Selama ini, kata Pistole, ia telah menciptakan bom pakaian yang sulit dideteksi.
Pistole merinci serangan teroris yang dilancarkan Asiri terjad pada 2009 dan 2010 tapi semuanya digagalkan. Pada perayaan Natal 2009, Asiri merencanakan serangan teror pada pesawat tujuan Detroit dengan bom yang dijahit di celana. Tahun 2012, lanjut Pistole, Asiri memanfaatkan perangkat canggih untuk menciptakan bom tipe baru,
”Dia memberi petunjuk pada penyerang yang manargetkan pesawat, di mana penyerang itu akan meledakkan diri di pesawat yang terbang di atas wilayah AS,” kata Pistole. ”Untungnya, ada agen ganda,” lanjut dia mengacu agen AS-Inggris-Arab yang menyamar dalam operasi kontraterorisme.
Ia menambahkan, Asiri membuat bom dan menyimpan dendam. Ia takut Asiri dan AQAP, akan mencoba menyerang lagi. ”Itu adalah ancaman terbesar kami,” imbuh dia.
Demikian disampaikan John Pistole, Kepala Administrasi Keamanan Transportasi AS, Jumat kemarin, dikutip Reuters, Sabtu (20/7/2013). Menurutnya, bom pakaian rancangan Asiri pernah direncanakan untuk serangan pesawat pada Mei 2012, namun berhasil digagalkan.
”Ada intelijen yang menyatakan, bahwa ia telah melatih orang lain. Ada banyak upaya untuk mengidentifikasi orang-orang itu, “ kata Pistole dalam Forum Keamanan Aspen di Colorado.
Kepada Reuters, Pistole menyebut Asiri adalah sosok yang cerdas. Asiri selamat dari serangan rudal tak berawak AS pada tahun 2011. Selama ini, kata Pistole, ia telah menciptakan bom pakaian yang sulit dideteksi.
Pistole merinci serangan teroris yang dilancarkan Asiri terjad pada 2009 dan 2010 tapi semuanya digagalkan. Pada perayaan Natal 2009, Asiri merencanakan serangan teror pada pesawat tujuan Detroit dengan bom yang dijahit di celana. Tahun 2012, lanjut Pistole, Asiri memanfaatkan perangkat canggih untuk menciptakan bom tipe baru,
”Dia memberi petunjuk pada penyerang yang manargetkan pesawat, di mana penyerang itu akan meledakkan diri di pesawat yang terbang di atas wilayah AS,” kata Pistole. ”Untungnya, ada agen ganda,” lanjut dia mengacu agen AS-Inggris-Arab yang menyamar dalam operasi kontraterorisme.
Ia menambahkan, Asiri membuat bom dan menyimpan dendam. Ia takut Asiri dan AQAP, akan mencoba menyerang lagi. ”Itu adalah ancaman terbesar kami,” imbuh dia.
(esn)