Komandan pemberontak Suriah akan ke AS menagih senjata
Jum'at, 19 Juli 2013 - 17:35 WIB
Komandan pemberontak Suriah akan ke AS menagih senjata
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Komandan Tentara Pembebasan Suriah (FSA), Salim Idriss, akan terbang ke AS pekan depan. Ia akan menagih senjata yang pernah ditawarkan Washington, untuk pemberontak dalam melawan terntara loyalis Presiden Bashar al-Assad.
FSA adalah salah satu faksi pemberontak Suriah yang terkuat dan mengklaim memiliki banyak pasukan. Perwakilan koalisi oposisi yang didukung asing di Suriah, Kamis kemarin, seperti dikutip Press TV, Jumat (19/7/2013), mengatakan, Idriss juga akan menghadiri forum pertemuan PBB di markasnya, New York.
Kebenaran rencana perjalanan komandan FSA ke AS itu, telah dikonfirmasi oleh Dewan Keamanan PBB dan diplomat Mariam Jalali dari Koalisi Nasional Suriah. Laporan lain, menyatakan, kepastian perjalanan Idriss belum sepenuhnya dikonfirmasi.
Langkah komandan FSA untuk minta AS agar mempercepat pengiriman senjata ke kelompok Tafkiri Suriah, karena operasi tentara Suriah telah menimbulkan kerugian besar pada gerilyawan.
Pada 14 Juni 2013 lalu, Presiden AS, Barack Obama memerintahkan pemerintahannya untuk memberikan senjata kepada Takfiri di Suriah. Rincian senjata itu, antara lain, senapan, granat berpeluncur roket dan rudal anti-tank. Namun, rencana tersebut menghadapi keberatan dari kedua fraksi di parlemen AS, yakni dari Partai Demokrat dan Partai Republik.
Banyak anggota Kongres AS yang ragu dengan rencana Gedung Putih untuk mengirim senjata kepada militan. Pada 20 Juni 2013, empat senator AS memperkenalkan RUU yang bertujuan melarang pemerintahan Obama memberikan bantuan militer kepada militan.
”Kami harus sangat berhati-hati, dengan kemungkinan AS diseret dalam perang yang merumitkan (di Suriah) selama bertahun-tahun. Karena berpotensi membebani biaya yang tak terhitung dari para pembayar pajak di AS. Juga mempertaruhkan reputasi AS di dalam dan luar negeri,” kata Chris Murphy, salah satu dari empat senator AS itu.
FSA adalah salah satu faksi pemberontak Suriah yang terkuat dan mengklaim memiliki banyak pasukan. Perwakilan koalisi oposisi yang didukung asing di Suriah, Kamis kemarin, seperti dikutip Press TV, Jumat (19/7/2013), mengatakan, Idriss juga akan menghadiri forum pertemuan PBB di markasnya, New York.
Kebenaran rencana perjalanan komandan FSA ke AS itu, telah dikonfirmasi oleh Dewan Keamanan PBB dan diplomat Mariam Jalali dari Koalisi Nasional Suriah. Laporan lain, menyatakan, kepastian perjalanan Idriss belum sepenuhnya dikonfirmasi.
Langkah komandan FSA untuk minta AS agar mempercepat pengiriman senjata ke kelompok Tafkiri Suriah, karena operasi tentara Suriah telah menimbulkan kerugian besar pada gerilyawan.
Pada 14 Juni 2013 lalu, Presiden AS, Barack Obama memerintahkan pemerintahannya untuk memberikan senjata kepada Takfiri di Suriah. Rincian senjata itu, antara lain, senapan, granat berpeluncur roket dan rudal anti-tank. Namun, rencana tersebut menghadapi keberatan dari kedua fraksi di parlemen AS, yakni dari Partai Demokrat dan Partai Republik.
Banyak anggota Kongres AS yang ragu dengan rencana Gedung Putih untuk mengirim senjata kepada militan. Pada 20 Juni 2013, empat senator AS memperkenalkan RUU yang bertujuan melarang pemerintahan Obama memberikan bantuan militer kepada militan.
”Kami harus sangat berhati-hati, dengan kemungkinan AS diseret dalam perang yang merumitkan (di Suriah) selama bertahun-tahun. Karena berpotensi membebani biaya yang tak terhitung dari para pembayar pajak di AS. Juga mempertaruhkan reputasi AS di dalam dan luar negeri,” kata Chris Murphy, salah satu dari empat senator AS itu.
(esn)