Palestina ragu dengan perundingan damai gagasan Kerry
Jum'at, 19 Juli 2013 - 14:57 WIB
Palestina ragu dengan perundingan damai gagasan Kerry
A
A
A
Sindonews.com - Para pemimpin Palestina mengakhiri pembahasan upaya perundingan damai dengan Israel yang digagas Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, tanpa menghasilkan keputusan yang kompak. Mereka meragukan rencana perundingan damai yang digagas Kerry itu.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, telah menerima proposal AS yang berniat untuk memulai kembali perundingan damai antara Palestina dan Israel. Namun, para pimpinan yang hadir dalam pertemuan dengan Abbas itu tidak yakin, perundingan damai mengacu persyaratan perbatasan wilayah dan gencatan senjata sebelum 1967.
Salah satu faksi Palestina yang meragukan rencana perundingan damai itu adalah PLO. ”Kebanyakan pejabat yang menghadiri pertemuan dengan para pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menggambarkan, tawaran Kerry tidak cukup untuk melanjutkan perundingan dengan Israel,” kata pejabat PLO, Qais Abdel-Karim kepada Reuters, Jumat (19/7/2013).
Departemen Luar Negeri AS, mengatakan, Kerry tidak mungkin mengumumkan terobosan terakhirnya setelah berkunjung ke Timur Tengah terkait upaya perundingan damai itu. ”Saat ini tidak ada rencana pengumuman dimulainya kembali perundingan itu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Jen Psaki.
Kantor Perdana Menteri Israel menolak berkomentar. Pada akun Facebook-nya, Naftali Bennett, yang memimpin partai terbesar ketiga dalam koalisi pemerintahan Israel, menolak syarat yang diminta Palestina untuk memulai perundingan damai. ”Yerusalem, modal kita, tidak dan tidak akan pernah tunduk pada negosiasi,” katanya.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, telah menerima proposal AS yang berniat untuk memulai kembali perundingan damai antara Palestina dan Israel. Namun, para pimpinan yang hadir dalam pertemuan dengan Abbas itu tidak yakin, perundingan damai mengacu persyaratan perbatasan wilayah dan gencatan senjata sebelum 1967.
Salah satu faksi Palestina yang meragukan rencana perundingan damai itu adalah PLO. ”Kebanyakan pejabat yang menghadiri pertemuan dengan para pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menggambarkan, tawaran Kerry tidak cukup untuk melanjutkan perundingan dengan Israel,” kata pejabat PLO, Qais Abdel-Karim kepada Reuters, Jumat (19/7/2013).
Departemen Luar Negeri AS, mengatakan, Kerry tidak mungkin mengumumkan terobosan terakhirnya setelah berkunjung ke Timur Tengah terkait upaya perundingan damai itu. ”Saat ini tidak ada rencana pengumuman dimulainya kembali perundingan itu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Jen Psaki.
Kantor Perdana Menteri Israel menolak berkomentar. Pada akun Facebook-nya, Naftali Bennett, yang memimpin partai terbesar ketiga dalam koalisi pemerintahan Israel, menolak syarat yang diminta Palestina untuk memulai perundingan damai. ”Yerusalem, modal kita, tidak dan tidak akan pernah tunduk pada negosiasi,” katanya.
(esn)