Iran desak pembicaraan serius dengan kekuatan nuklir dunia
Kamis, 18 Juli 2013 - 22:51 WIB
Iran desak pembicaraan serius dengan kekuatan nuklir dunia
A
A
A
Sindonews.com – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyerukan pembicaraan nuklir yang "serius" dengan kekuatan dunia, untuk menyelesaikan kontroversi tentang program nuklir Iran. Demikian dilaporkan Press TV, Kamis (18/7/2013).
"Satu-satunya cara untuk mencapai pemahaman adalah melalui pembicaraan serius berdasarkan kebijakan, dialog, dan kerjasama," kata Araqchi. Ia bersikeras, bahwa "ancaman dan sanksi" yang dilayangkan oleh dunia Barat, telah terbukti tidak produktif.
“Iran mengharapkan sisi yang berbeda untuk mengadopsi pendekatan konstruktif dan kooperatif. Iran telah menjadi anggota berkomitmen Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan akan terus mematuhi komitmennya di bawah kerangka kerja perjanjian itu," tambah Araqchi.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Ali-Akbar Salehi mengatakan, bahwa pembicaraan nuklir antara Iran dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman, atau biasa disebut P5 +1, akan dilanjutkan setelah presiden baru Iran mengumumkan tim negosiasi baru.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, yang memimpin kelompok P5 + 1 berharap, bahwa pembicaraan mereka dengan republik Islam itu, menyangkut program nuklirnya yang sensitif, akan segera dilanjutkan.
Harapan juga muncul di tengah-tengah warga Iran, untuk masalah nuklir negara mereka. Harapan muncul, saat presiden Iran yang baru terpilih, Hassan Rouhani akan mulai melaksanakan tugasnya pada awal Agustus mendatang.
"Satu-satunya cara untuk mencapai pemahaman adalah melalui pembicaraan serius berdasarkan kebijakan, dialog, dan kerjasama," kata Araqchi. Ia bersikeras, bahwa "ancaman dan sanksi" yang dilayangkan oleh dunia Barat, telah terbukti tidak produktif.
“Iran mengharapkan sisi yang berbeda untuk mengadopsi pendekatan konstruktif dan kooperatif. Iran telah menjadi anggota berkomitmen Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan akan terus mematuhi komitmennya di bawah kerangka kerja perjanjian itu," tambah Araqchi.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Ali-Akbar Salehi mengatakan, bahwa pembicaraan nuklir antara Iran dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman, atau biasa disebut P5 +1, akan dilanjutkan setelah presiden baru Iran mengumumkan tim negosiasi baru.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, yang memimpin kelompok P5 + 1 berharap, bahwa pembicaraan mereka dengan republik Islam itu, menyangkut program nuklirnya yang sensitif, akan segera dilanjutkan.
Harapan juga muncul di tengah-tengah warga Iran, untuk masalah nuklir negara mereka. Harapan muncul, saat presiden Iran yang baru terpilih, Hassan Rouhani akan mulai melaksanakan tugasnya pada awal Agustus mendatang.
(esn)