4 polisi Afghanistan tewas di tangan militan
Kamis, 18 Juli 2013 - 20:30 WIB
4 polisi Afghanistan tewas di tangan militan
A
A
A
Sindonews.com - Sekelompok militan melancarkan serangan ke sebuah pos pemeriksaan di Provinsi Kunduz, Afghanistan, Kamis (18/7/2013). Polisi Afghanistan mengatakan, serangan itu menewaskan empat anggota Polisi Nasional Afghanistan (ANP).
"Sejumlah militan menyerang pos polisi ANP di Sarhasyab, di utara Provinsi Kunduz, sekitar pukul 6 pagi waktu setempat. Akibat serangan itu, sebanyak empat anggota ANP tewas, sementara satu orang lainnya terluka," ungkap kepala polisi Provinsi Kunduz, Sahleh Mohammad.
Mohammad mengatakan, militan segera kabur setelah menembak para polisi. ANP kini telah meluncurkan penyelidikan agar dapat segara menangkap para pelaku penyerangan.
Hingga berita ini diturunkan belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Kelompok militan Taliban, yang telah melancarkan pemberontakan lebih dari satu dekade, juga belum memberikan konfirmasi terkait operasi pasukan gabungan.
Sebanyak 2.500 warga sipil Afghanistan tewas dalam aksi kekerasan sejak 1 Januari 2013 sampai pertengahan Juni 2013 lalu. Data itu dirilis Kelompok Misi Bantuan PBB untuk Afghanistan (UNAMA), baru-baru ini.
"Sejumlah militan menyerang pos polisi ANP di Sarhasyab, di utara Provinsi Kunduz, sekitar pukul 6 pagi waktu setempat. Akibat serangan itu, sebanyak empat anggota ANP tewas, sementara satu orang lainnya terluka," ungkap kepala polisi Provinsi Kunduz, Sahleh Mohammad.
Mohammad mengatakan, militan segera kabur setelah menembak para polisi. ANP kini telah meluncurkan penyelidikan agar dapat segara menangkap para pelaku penyerangan.
Hingga berita ini diturunkan belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Kelompok militan Taliban, yang telah melancarkan pemberontakan lebih dari satu dekade, juga belum memberikan konfirmasi terkait operasi pasukan gabungan.
Sebanyak 2.500 warga sipil Afghanistan tewas dalam aksi kekerasan sejak 1 Januari 2013 sampai pertengahan Juni 2013 lalu. Data itu dirilis Kelompok Misi Bantuan PBB untuk Afghanistan (UNAMA), baru-baru ini.
(esn)