Serangan drone AS bunuh tokoh nomor 2 al-Qaeda di Yaman
Rabu, 17 Juli 2013 - 14:47 WIB
Serangan drone AS bunuh tokoh nomor 2 al-Qaeda di Yaman
A
A
A
Sindonews.com –Tokoh nomor dua kelompok al-Qaeda di Yaman, Said al-Shehri, tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) AS. Tewasnya al-Shehri, dibenarkan kelompok al-Qaeda Semenajung Arab (AQAP), Rabu (17/7/2013).
Said al-Shehri merupakan tokoh penting al-Qaeda yang merupakan mantan tahanan di Guantanamo, Kuba. Ia pernah ditangkap pada Januari 2002 oleh Pakistan dan diserahkan ke AS.
Pada Januari lalu, Pemerintah Yaman mengatakan, al-Shehri telah meninggal, setelah mengalami cedera akibat serangan pasukan keamanan Yaman pada 28 November 2012, di Provinsi Saada utara.
Tewasnya Said al-Shehri juga dikonfirmasi pemimpin senior AQAP, Ibrahim al Rubaish dalam sebuah pernyataan dalam video yang diunggah di internet. Menurutnya, Said al-Shehri tewas dalam serangan pesawat nirawak, tanpa menyebutkan waktu serangan dan tewasnya al-Shehri.
”Saya hadir berbelasungkawa kepada semua mujahidin, termasuk Said al-Shehri yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS,” kata Rubaish, dikutip Reuters.
AQAP, yang telah merencanakan serangan dengan target berbagai lokasi di dunia, termasuk serangan pesawat sudah disebut oleh Washington, sebagai kelompok afiliasi yang paling berbahaya dan inovatif.
Said al-Shehri merupakan tokoh penting al-Qaeda yang merupakan mantan tahanan di Guantanamo, Kuba. Ia pernah ditangkap pada Januari 2002 oleh Pakistan dan diserahkan ke AS.
Pada Januari lalu, Pemerintah Yaman mengatakan, al-Shehri telah meninggal, setelah mengalami cedera akibat serangan pasukan keamanan Yaman pada 28 November 2012, di Provinsi Saada utara.
Tewasnya Said al-Shehri juga dikonfirmasi pemimpin senior AQAP, Ibrahim al Rubaish dalam sebuah pernyataan dalam video yang diunggah di internet. Menurutnya, Said al-Shehri tewas dalam serangan pesawat nirawak, tanpa menyebutkan waktu serangan dan tewasnya al-Shehri.
”Saya hadir berbelasungkawa kepada semua mujahidin, termasuk Said al-Shehri yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS,” kata Rubaish, dikutip Reuters.
AQAP, yang telah merencanakan serangan dengan target berbagai lokasi di dunia, termasuk serangan pesawat sudah disebut oleh Washington, sebagai kelompok afiliasi yang paling berbahaya dan inovatif.
(esn)