Dua Korea sepakat gelar pembicaraan tingkat kerja ke 4
Senin, 15 Juli 2013 - 23:31 WIB
Dua Korea sepakat gelar pembicaraan tingkat kerja ke 4
A
A
A
Sindonews.com – Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) pada Senin (15/7/2013), sepakat untuk mengadakan putaran pembicaraan tingkat kerja ke-4 pada 17 juli mendatang. Pembicaraan ini akan dilakukan di zona industri bersama Kaesong.
Kesepakatan ini dicapai, setelah sebelumnya dua Korea melakukan pembicaraan tingkat kerja ke 3, yang tak membuahkan kesepakatan berarti. Tiga anggota delegasi dari kedua belah pihak, hanya sepakat untuk mengadakan putaran pembicaraan tingkat kerja ke-4 pada Rabu (17/7/2013) di Kaesong.
Pembicaraan kerja ketiga diadakan di kawasan industri Kaesong pada Senin, pukul 10 waktu setempat. Tiga anggota delegasi dari kedua belah pihak mengadakan dua putaran sesi pleno dan dua sesi dialog pimpinan delegasi.
Kegagalan menghasilkan keputusan disebabkan masih banyaknya perbedaan pendapat soal bagaimana cara untuk menormalkan kompleks industri Kaesong. Hal ini juga yang terjadi pada pembicaraan kerja tahap 2, pada pertengahan pekan lalu.
Seoul telah meminta Pyongyang untuk mengambil tanggung jawab atas kerusakan perusahaan Korsel akibat penutupan sepihak kawasan industri Kaesong pada April lalu. Korsel juga meminta Korut memberikan jaminan yang jelas untuk mencegah terulangnya skenario seperti itu.
Kim Kiwoong, Ketua delegasi Seoul dan Direktur Jenderal Kementerian Unifikasi Korsel menekankan, bahwa tindakan sepihak seperti "seharusnya tidak pernah terjadi lagi". Korsel juga menuntut zona industri Kaesong sedang dikembangkan menjadi sebuah taman pabrik internasional, dengan memungkinkan perusahaan asing untuk berinvestasi di sana.
Kesepakatan ini dicapai, setelah sebelumnya dua Korea melakukan pembicaraan tingkat kerja ke 3, yang tak membuahkan kesepakatan berarti. Tiga anggota delegasi dari kedua belah pihak, hanya sepakat untuk mengadakan putaran pembicaraan tingkat kerja ke-4 pada Rabu (17/7/2013) di Kaesong.
Pembicaraan kerja ketiga diadakan di kawasan industri Kaesong pada Senin, pukul 10 waktu setempat. Tiga anggota delegasi dari kedua belah pihak mengadakan dua putaran sesi pleno dan dua sesi dialog pimpinan delegasi.
Kegagalan menghasilkan keputusan disebabkan masih banyaknya perbedaan pendapat soal bagaimana cara untuk menormalkan kompleks industri Kaesong. Hal ini juga yang terjadi pada pembicaraan kerja tahap 2, pada pertengahan pekan lalu.
Seoul telah meminta Pyongyang untuk mengambil tanggung jawab atas kerusakan perusahaan Korsel akibat penutupan sepihak kawasan industri Kaesong pada April lalu. Korsel juga meminta Korut memberikan jaminan yang jelas untuk mencegah terulangnya skenario seperti itu.
Kim Kiwoong, Ketua delegasi Seoul dan Direktur Jenderal Kementerian Unifikasi Korsel menekankan, bahwa tindakan sepihak seperti "seharusnya tidak pernah terjadi lagi". Korsel juga menuntut zona industri Kaesong sedang dikembangkan menjadi sebuah taman pabrik internasional, dengan memungkinkan perusahaan asing untuk berinvestasi di sana.
(esn)