Inilah pusat penyiksaan era Saddam Husein yang jadi museum

Sabtu, 13 Juli 2013 - 11:21 WIB
Inilah pusat penyiksaan...
Inilah pusat penyiksaan era Saddam Husein yang jadi museum
A A A
Sindonews.com - Kamiran Aziz Ali meringis dan membungkuk, dengan posisi tangannya di belakang punggung. Ia memeragakan kembali siksaan yang ia alami pada Januari 1990, ketika antek Saddam Hussein melemparkannya ke penjara seram itu.

”Saya masih sakit," kata Ali, dikutip Asia One, Sabtu (13/7/2013). ”Saya tidak bisa duduk untuk waktu yang lama lagi,” katanya lagi.

Beruntung, Ali kini sudah bebas dari siksaan di penjara tersebut. Selama bertahun-tahun, pusat penyiksaan yang dikenal sebagai Gedung Merah menjadi fasilitas rezim Saddam Husein untuk untuk memerangi pemberontak Kurdi. Pusat penyiksaan itu kini menjadi museum untuk mengenang kekejaman rezim Saddam Husein.

Sejak tahun 1996 Gedung Merah itu dipamerkan, sebelum wilayah Kurdi dipecah menjadi tiga provinsi dengan otonomi khusus. Warga setempat menyebut museum itu dengan nama “museum nasional dalam rangka tidak untuk melupakan".

Museum itu berupa bangunan beton yang terletak di lingkungan Sulaimaniyah, kota kedua Kurdistan Irak yang kaya. Tepatnya, berjarak 270 kilometer sebelah utara Baghdad. Cat merah yang menutupi dindingnya telah memudar dari waktu ke waktu. Sedangkan kawat beruduri untuk mencegah tahanan melarikan diri masih terpasang.

Ketika Kurdistan Irak berada di bawah kekuasaan rezim Saddam sampai tahun 1991, beberapa ratus pejuang pemberontak Kurdi dipenjara di Gedung Merah. Mereka dipenjara dengan tuduhan subversi. Salah satu mantan tahanan terkenal adalah gubernur yang berkuasa di Provinsi Sulaimaniyah saat ini.

Butuh waktu enam tahun untuk membangun fasilitas museum itu. Menurut Direktur Museum, Ako Gharib, perancang museumnya para insinyur eks- Jerman Timur. ”Ini bukan penjara dalam arti konvensional," katanya. ”Itu adalah pusat interogasi. Tahanan tinggal di sini selama enam sampai delapan bulan dan kemudian akan ditransfer ke Abu Ghraib atau Baghdad.”
(esn)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
1 jam yang lalu
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
4 jam yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
6 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
7 jam yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
7 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
9 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved