Al-Qaeda bunuh anggota senior Tentara Pembebasan Suriah
Jum'at, 12 Juli 2013 - 15:44 WIB
Al-Qaeda bunuh anggota senior Tentara Pembebasan Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Seorang anggota senior dari Tentara Pembebasan Suriah, Kamal Hamami, dilaporkan telah dibunuh oleh kelompok pemberontak saingan mereka. Insiden itu memperjelas adanya perpecahan di kubu pemberontak anti-Presiden Bashar al-Assad.
Pihak Tentara Pembebasan Suriah mengklaim pembunuh anggota seniornya itu dari kelompok pemberontak yang terkait jaringan al-Qaeda.
Seorang juru bicara kelompok Tentara Pembebasan Suriah, mengatakan ia menerima telepon dari kelompok Negara Islam, bahwa, mereka telah membunuh Kamal Hamami.
Pertikaian tersebut telah menyebabkan kekhawatiran atas rencana negara-negara Barat dan Arab untuk mempersenjatai pemberontak, dalam upaya mereka untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.
Hamami, yang juga dikenal sebagai Abu Bassel Al-Ladkani, telah bertemu anggota kelompok Negara Islam di kota pelabuhan Latakia. ”Untuk membahas rencana pertempuran,”, kata juru bicara Tentara Pembebasan Suriah, Qassem Saadeddine, dikutip Reuters Jumat (12/7/2013).
”Negara Islam menelepon saya dan mengatakan bahwa mereka membunuh Abu Bassel. Mereka mengatakan, akan membunuh semua anggota Dewan Agung Militer,” katanya kepada Reuters.
Insiden itu diduga akibat perbedaan ideologis dari sama-sama kelompok pemberontak anti-Assad. Kelompok Tentara Pembebasan Suriah ingin Suriah nantinya berideologi sekuler. Sedangkan kelompok Negara Islam ingin nantinya Suriah menjadi negara teokrasi.
Kelompok Tentara Pembebasan Suriah dibentuk pada 2011. Anggotanya adalah para desersi militer yang berbasis di Turki. Kelompok itu mengklaim memiliki 40 ribu anggota.
Pihak Tentara Pembebasan Suriah mengklaim pembunuh anggota seniornya itu dari kelompok pemberontak yang terkait jaringan al-Qaeda.
Seorang juru bicara kelompok Tentara Pembebasan Suriah, mengatakan ia menerima telepon dari kelompok Negara Islam, bahwa, mereka telah membunuh Kamal Hamami.
Pertikaian tersebut telah menyebabkan kekhawatiran atas rencana negara-negara Barat dan Arab untuk mempersenjatai pemberontak, dalam upaya mereka untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.
Hamami, yang juga dikenal sebagai Abu Bassel Al-Ladkani, telah bertemu anggota kelompok Negara Islam di kota pelabuhan Latakia. ”Untuk membahas rencana pertempuran,”, kata juru bicara Tentara Pembebasan Suriah, Qassem Saadeddine, dikutip Reuters Jumat (12/7/2013).
”Negara Islam menelepon saya dan mengatakan bahwa mereka membunuh Abu Bassel. Mereka mengatakan, akan membunuh semua anggota Dewan Agung Militer,” katanya kepada Reuters.
Insiden itu diduga akibat perbedaan ideologis dari sama-sama kelompok pemberontak anti-Assad. Kelompok Tentara Pembebasan Suriah ingin Suriah nantinya berideologi sekuler. Sedangkan kelompok Negara Islam ingin nantinya Suriah menjadi negara teokrasi.
Kelompok Tentara Pembebasan Suriah dibentuk pada 2011. Anggotanya adalah para desersi militer yang berbasis di Turki. Kelompok itu mengklaim memiliki 40 ribu anggota.
(esn)