AS sangat kecewa pada China karena tak serahkan Snowden
Jum'at, 12 Juli 2013 - 10:27 WIB
AS sangat kecewa pada China karena tak serahkan Snowden
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat menyatakan, sangat kecewa terhadap Pemerintah China, karena tidak menyerahkan whistleblower NSA yang diburu AS, Edward Snowden, saat melarikan diri ke Hong Kong. Kekecewaan itu diungkapkan Pemerintah AS dalam pembicaraan dengan Pemerintah China pada Kamis, kemarin.
Deputi Menteri Luar Negeri AS, William Burns, dalam jumpa pers, mengatakan, sebelumnya presiden kedua negara sepakat menggelar pertemuan puncak bulan lalu, di resor California Sunnylands untuk bekerja sama.
”Itulah sebabnya kami sangat kecewa dengan otoritas Beijing dan Hong Kong dalam menangani kasus Snowden. Itu merusak kepercayaan yang tengah dibangun untuk mengatasi masalah-masalah yang sulit,” kata Burns, dikutip Channel News Asia, Jumat (12/7/2013).
”Kami menilai jelas, bahwa penanganan kasus ini (Snoweden) tidak konsisten dengan semangat (kesepakatan) Sunnylands,” kata Burns, mewakili Menteri Luar Negeri John Kerry yang menemani istrinya yang tengah sakit.
Snowden yang merupakan mantan karyawan perushaan kontraktor yang bekerjasama dengan NSA, melarikan diri dari AS ke Hong Kong dan membocorkan penyadapan internet global oleh intelijen AS. Pemerintah AS terus berupaya mengektradisi Snowden untuk menghadapi berbagai tuduhan kriminal.
Hong Kong yang merupakan pemerintah otonomi China justru melindungi Snowden, dan membiarkan pemuda 30 tahun itu pergi ke Moskow dalam upaya pencarian suaka yang ditawarkan sejumlah negara Amerika Latin.
Sementara, Penasihat Pemerintah China, Yang Jiechi, yang berbicara di samping Burns, membela keputusan Snowden. Alasannya, AS seperti yang diungkapkan Snowden sudah menyadap jaringan internet China sehingga membuat kegemparan di Beijing.
”Pemerintah pusat China selalu menghormati penanganan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong dalam menangani kasus hukum,” ujarnya. ”Hong Kong menangani kasus Snowden sesuai dengan hukum dan pendekatan yang tidak salah,” lanjut Yang, yang merupakan tokoh penting dalam kebijakan luar negeri China.
Deputi Menteri Luar Negeri AS, William Burns, dalam jumpa pers, mengatakan, sebelumnya presiden kedua negara sepakat menggelar pertemuan puncak bulan lalu, di resor California Sunnylands untuk bekerja sama.
”Itulah sebabnya kami sangat kecewa dengan otoritas Beijing dan Hong Kong dalam menangani kasus Snowden. Itu merusak kepercayaan yang tengah dibangun untuk mengatasi masalah-masalah yang sulit,” kata Burns, dikutip Channel News Asia, Jumat (12/7/2013).
”Kami menilai jelas, bahwa penanganan kasus ini (Snoweden) tidak konsisten dengan semangat (kesepakatan) Sunnylands,” kata Burns, mewakili Menteri Luar Negeri John Kerry yang menemani istrinya yang tengah sakit.
Snowden yang merupakan mantan karyawan perushaan kontraktor yang bekerjasama dengan NSA, melarikan diri dari AS ke Hong Kong dan membocorkan penyadapan internet global oleh intelijen AS. Pemerintah AS terus berupaya mengektradisi Snowden untuk menghadapi berbagai tuduhan kriminal.
Hong Kong yang merupakan pemerintah otonomi China justru melindungi Snowden, dan membiarkan pemuda 30 tahun itu pergi ke Moskow dalam upaya pencarian suaka yang ditawarkan sejumlah negara Amerika Latin.
Sementara, Penasihat Pemerintah China, Yang Jiechi, yang berbicara di samping Burns, membela keputusan Snowden. Alasannya, AS seperti yang diungkapkan Snowden sudah menyadap jaringan internet China sehingga membuat kegemparan di Beijing.
”Pemerintah pusat China selalu menghormati penanganan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong dalam menangani kasus hukum,” ujarnya. ”Hong Kong menangani kasus Snowden sesuai dengan hukum dan pendekatan yang tidak salah,” lanjut Yang, yang merupakan tokoh penting dalam kebijakan luar negeri China.
(esn)