AS tidak salahkan mantan bos Snowden
Kamis, 11 Juli 2013 - 10:19 WIB
AS tidak salahkan mantan bos Snowden
A
A
A
Sindonews.com – Pihak Angkatan Udara AS, mengatakan, dari bukti yang ada, perusahaan kontraktor pertahanan yang mempekerjakan Edward Snowden,30, Booz Allen Hamilton (BAH), tidak bersalah terkait sepak terjang Snowden dalam pembocoran penyadapan NSA, AS. Perusahaan itu pun masih berpeluang melanjutkan bisnis dengan Pentagon.
Whistleblower NSA tersebut, sampai saat ini diyakini masih bersembunyi di kawasan bandara di Moskow, Rusia, sejak meninggalkan Hong Kong beberapa pekan lalu. Snowden tidak bisa leluasa mencari suaka ke negara lain, karena paspornya dicabut AS.
BAH dinyatakan tidak bersalah, karena dalam perekrutan Snowden sudah ada kesepakatan etika yang ditandatangani. ”Pada saat ini, tidak ada bukti bahwa BAH merestui kesalahan Snowden,” kata pejabat Angkatan Udara AS, kepada Reuters, Kamis (11/7/2013).
”Tidak ada bukti bahwa tindakan Snowden, membuat Angkatan Udara harus menghindari BAH. Untuk saat ini, Angkatan Udara puas dengan BAH, dan itu upaya untuk memperbaiki etika, kepatuhan program dan kontrol internalnya,” lanjut pejabat tersebut.
Dari kerjasama dengan Pentagon, Booz Allen Hamilton meraup pendapatan USD5,76 miliar. Juru Bicara BAH, James Fisher, mengatakan perusahaan memiliki perjanjian dengan Angkatan Udara. ”Tindakan Edward Snowden yang mengejutkan itu, merupakan pelanggaran kode etik terberat di Booz Allen. Akibatnya, ia segera dipecat oleh perusahaan,” kata Fisher, yang enggan berkomentar lebih banyak, karena investigasi sedang berlangsung.
Whistleblower NSA tersebut, sampai saat ini diyakini masih bersembunyi di kawasan bandara di Moskow, Rusia, sejak meninggalkan Hong Kong beberapa pekan lalu. Snowden tidak bisa leluasa mencari suaka ke negara lain, karena paspornya dicabut AS.
BAH dinyatakan tidak bersalah, karena dalam perekrutan Snowden sudah ada kesepakatan etika yang ditandatangani. ”Pada saat ini, tidak ada bukti bahwa BAH merestui kesalahan Snowden,” kata pejabat Angkatan Udara AS, kepada Reuters, Kamis (11/7/2013).
”Tidak ada bukti bahwa tindakan Snowden, membuat Angkatan Udara harus menghindari BAH. Untuk saat ini, Angkatan Udara puas dengan BAH, dan itu upaya untuk memperbaiki etika, kepatuhan program dan kontrol internalnya,” lanjut pejabat tersebut.
Dari kerjasama dengan Pentagon, Booz Allen Hamilton meraup pendapatan USD5,76 miliar. Juru Bicara BAH, James Fisher, mengatakan perusahaan memiliki perjanjian dengan Angkatan Udara. ”Tindakan Edward Snowden yang mengejutkan itu, merupakan pelanggaran kode etik terberat di Booz Allen. Akibatnya, ia segera dipecat oleh perusahaan,” kata Fisher, yang enggan berkomentar lebih banyak, karena investigasi sedang berlangsung.
(esn)