UEA tawarkan paket bantuan USD3 miliar bagi Mesir
Rabu, 10 Juli 2013 - 22:37 WIB
UEA tawarkan paket bantuan USD3 miliar bagi Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Uni Emirat Arab (UEA) menawarkan paket bantuan senilai USD3 miliar pada Mesir. Tawaran ini dilayangkan UEA, beberapa hari setelah militer Mesir menggulingkan Presiden Mohamed Morsi. Demikian dilaporkan kantor berita WAM, Rabu (10/7/2013).
Paket bantuan itu termasuk bantuan keuangan USD1 miliar dan pinjaman bebas bunga USD2 miliar dalam bentuk deposito di Bank Sentral Mesir. Tawaran itu dilontarkan dalam pertemuan antara Presiden interim Mesir, Adli Mansour Mesir dan Penasehat Keamanan Nasional UEA, Sheikh Zayed Bin Hazza Al Nahyan di Kairo.
Sebelumnya, sebuah delegasi tingkat tinggi dari Uni Emirat Arab (UEA) tiba di Kota Kairo untuk mengadakan pembicaraan "penting" dengan para pejabat Mesir. Dipimpin oleh Sheikh Hazza, delegasi itu beranggotakan beberapa personel dari Kementerian Luar Negeri, Pembangunan dan Kerjasama Internasional, serta Energi dan Keuangan.
UEA adalah salah satu negara pertama yang mengucapkan selamat kepada Mesir, setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi pada pertengahan pekan lalu. "Delegasi ini berada di sini (Kairo) untuk menegaskan kembali dukungan penuh pada Mesir di saat kritis ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Abddel-Ati.
Paket bantuan itu termasuk bantuan keuangan USD1 miliar dan pinjaman bebas bunga USD2 miliar dalam bentuk deposito di Bank Sentral Mesir. Tawaran itu dilontarkan dalam pertemuan antara Presiden interim Mesir, Adli Mansour Mesir dan Penasehat Keamanan Nasional UEA, Sheikh Zayed Bin Hazza Al Nahyan di Kairo.
Sebelumnya, sebuah delegasi tingkat tinggi dari Uni Emirat Arab (UEA) tiba di Kota Kairo untuk mengadakan pembicaraan "penting" dengan para pejabat Mesir. Dipimpin oleh Sheikh Hazza, delegasi itu beranggotakan beberapa personel dari Kementerian Luar Negeri, Pembangunan dan Kerjasama Internasional, serta Energi dan Keuangan.
UEA adalah salah satu negara pertama yang mengucapkan selamat kepada Mesir, setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi pada pertengahan pekan lalu. "Delegasi ini berada di sini (Kairo) untuk menegaskan kembali dukungan penuh pada Mesir di saat kritis ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Abddel-Ati.
(esn)