AS tolak klaim temuan senjata kimia oleh Rusia
Rabu, 10 Juli 2013 - 15:03 WIB
AS tolak klaim temuan senjata kimia oleh Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Gedung Putih menolak klaim Rusia, bahwa tim ahlinya menemukan penggunaan senjata kimia oleh Pemberontak Suriah. Tim ahli Rusia menemukan bukti penggunaan senjata kimi jenis senyawa sarin dari proyektil senjata pemberontak anti-Assad itu.
”Kami belum melihat bukti bahwa atas pernyataan (Rusia), bahwa ada penggunaan senjata kimia (oleh pemberontak Suriah),” kata Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, dikutip Xinhua, Rabu (10/7/2013).
”Saya pikir itu adalah hal yang menarik, bahwa pernyataan itu telah dibuat atau disampaikan kepada PBB karena ada titik yang mencuat,” lanjut Carney.
Washington sendiri telah menyimpulkan pada 13 Juni 2013 lalu, bahwa Pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia, di antaranya senyawa sarin untuk melawan pemberontak. Penggunaan senjata kimia itu, diklaim AS sudah menewaskan 150 orang.
Sebelumnya Vitaly Churkin, Duta Besar Rusia untuk PBB, mengatakan ia telah menyerahkan bukti-bukti ke PBB terkait temuan penggunaan senjata kimia oleh pemberontak Suriah.
Temuan itu berdasarkan sampel dari proyektil yang ditemukan dalam serangan di wilayah Khan al-Assal, dekat Aleppo, Suriah utara, yang menewaskan 26 orang.
”Pada 19 Maret 2013, pemberontak meluncurkan serangan dengan proyektil Basha'ir-3 ke arah Khan al-Assal yang dikontrol oleh pasukan pemerintah," katanya. ”Hasil analisis jelas menunjukkan bahwa senjata yang digunakan di Khan al-Assal tidak diproduksi oleh industri senjata, tapi dipenuhi dengan senyawa sarin.”
”Kami belum melihat bukti bahwa atas pernyataan (Rusia), bahwa ada penggunaan senjata kimia (oleh pemberontak Suriah),” kata Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, dikutip Xinhua, Rabu (10/7/2013).
”Saya pikir itu adalah hal yang menarik, bahwa pernyataan itu telah dibuat atau disampaikan kepada PBB karena ada titik yang mencuat,” lanjut Carney.
Washington sendiri telah menyimpulkan pada 13 Juni 2013 lalu, bahwa Pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia, di antaranya senyawa sarin untuk melawan pemberontak. Penggunaan senjata kimia itu, diklaim AS sudah menewaskan 150 orang.
Sebelumnya Vitaly Churkin, Duta Besar Rusia untuk PBB, mengatakan ia telah menyerahkan bukti-bukti ke PBB terkait temuan penggunaan senjata kimia oleh pemberontak Suriah.
Temuan itu berdasarkan sampel dari proyektil yang ditemukan dalam serangan di wilayah Khan al-Assal, dekat Aleppo, Suriah utara, yang menewaskan 26 orang.
”Pada 19 Maret 2013, pemberontak meluncurkan serangan dengan proyektil Basha'ir-3 ke arah Khan al-Assal yang dikontrol oleh pasukan pemerintah," katanya. ”Hasil analisis jelas menunjukkan bahwa senjata yang digunakan di Khan al-Assal tidak diproduksi oleh industri senjata, tapi dipenuhi dengan senyawa sarin.”
(esn)