AS: Pemecatan Morsi oleh militer Mesir bukan kudeta
Selasa, 09 Juli 2013 - 10:30 WIB
AS: Pemecatan Morsi oleh militer Mesir bukan kudeta
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah AS mengatakan, pemecatan presiden terpilih pertama Mesir,Mohamed Morsi oleh militer Mesir, bukan kudeta. Demikian disampaikan Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, Senin (8/7/2013), dikutip Xinhua, Selasa (9/7/2013).
”Ini adalah masalah yang kompleks dan sulit dengan konsekuensi yang signifikan,” kata Carney. ”Presiden (Barack) Obama jelas prihatin dengan keputusan yang dibuat oleh angkatan bersenjata Mesir untuk memecat Presiden Morsi dari kekuasaan,” lanjut dia dalam konferensi pers reguler.
Menurutnya, yang terjadi di Mesir bukan kudeta, tapi memang tuntutan rakyat Mesir. ”Hal ini juga penting untuk mengakui bahwa puluhan juta orang Mesir memiliki keluhan dengan bentuk demokrasi ala Presiden Morsi. Mereka tidak percaya bahwa ini adalah kudeta,” ujar Carney. ”Memang, mereka menuntut pemerintah baru.”
Militer Mesir memecat Morsi sebagai Presiden Mesir pada Rabu pekan llau, dengan alasan ia gagal meredam gejolak demonstrasi antara pendukung dan penentangnya, hingga mengacaukan situasi di Mesir.
Namun, pendukung Morsi yang tidak terima dengan tindakan militer tetap menyebut hal itu sebagai kudeta militer. Para pendukung Morsi yang tidak terima dengan keputusan militer, terus melakukan demonstrasi yang memicu aksi kekerasan hingga memakan korban jiwa sampai 51 orang.
Obama dan pejabat pemerintahan senior AS lainnya tidak juga tidak menyebut kudeta militer atas pemecatan Morsi. Namun, Obama telah memerintahkan untuk peninjauan ulang bantuan AS ke Mesir.
”Saya akan mengatakan bahwa kita akan meninjau ulang terkait apa yang telah terjadi (di Mesir) dan untuk memantau upaya-upaya otoritas Mesir untuk menciptakan demokrasi yang inklusif ke depan,” imbuh Carney.
”Ini adalah masalah yang kompleks dan sulit dengan konsekuensi yang signifikan,” kata Carney. ”Presiden (Barack) Obama jelas prihatin dengan keputusan yang dibuat oleh angkatan bersenjata Mesir untuk memecat Presiden Morsi dari kekuasaan,” lanjut dia dalam konferensi pers reguler.
Menurutnya, yang terjadi di Mesir bukan kudeta, tapi memang tuntutan rakyat Mesir. ”Hal ini juga penting untuk mengakui bahwa puluhan juta orang Mesir memiliki keluhan dengan bentuk demokrasi ala Presiden Morsi. Mereka tidak percaya bahwa ini adalah kudeta,” ujar Carney. ”Memang, mereka menuntut pemerintah baru.”
Militer Mesir memecat Morsi sebagai Presiden Mesir pada Rabu pekan llau, dengan alasan ia gagal meredam gejolak demonstrasi antara pendukung dan penentangnya, hingga mengacaukan situasi di Mesir.
Namun, pendukung Morsi yang tidak terima dengan tindakan militer tetap menyebut hal itu sebagai kudeta militer. Para pendukung Morsi yang tidak terima dengan keputusan militer, terus melakukan demonstrasi yang memicu aksi kekerasan hingga memakan korban jiwa sampai 51 orang.
Obama dan pejabat pemerintahan senior AS lainnya tidak juga tidak menyebut kudeta militer atas pemecatan Morsi. Namun, Obama telah memerintahkan untuk peninjauan ulang bantuan AS ke Mesir.
”Saya akan mengatakan bahwa kita akan meninjau ulang terkait apa yang telah terjadi (di Mesir) dan untuk memantau upaya-upaya otoritas Mesir untuk menciptakan demokrasi yang inklusif ke depan,” imbuh Carney.
(esn)