Bahas klaim senjata kimia, Suriah undang dua pejabat PBB
Selasa, 09 Juli 2013 - 03:15 WIB
Bahas klaim senjata kimia, Suriah undang dua pejabat PBB
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Suriah telah mengundang dua pejabat senior PBB untuk membicarakan klaim penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di negara itu. Demikian dinyatakan oleh Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Jaafari mengatakan Senin.
Tawaran pembicaraan dibuat untuk ilmuwan Swedia, Ake Sellstrom, yang ditunjuk PBB untuk menyelidiki klaim penggunaan senjata kimia di Suriah dan Angela Kane, Perwakilan Tinggi PBB untuk Perlucutan Senjata.
Jaafari mengatakan kepada wartawan, Senin (8/7/2013), bahwa tujuan dari pembicaraan adalah untuk membahas lebih lanjut mekanisme dan kerangka acuan dari misi yang digagas pada Maret silam. Jaafari menolak tudingan, bahwa Damaskus berusaha untuk menggeser lingkup dan tujuan penyelidikan PBB.
Sebelumnya, pemerintahan Presiden Bashar al-Assad menegaskan, bahwa PBB harus fokus pada insiden yang dikaitkan dengan pasukan oposisi Suriah pada 23 Maret di Khan al-Assal, dekat utara Kota Aleppo.
Sementara menurut PBB, Damaskus telah melarang penyidik untuk memeriksa klaim yang dibuat oleh Inggris dan Perancis soal dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan rezim Suriah di Khan al-Assal dan Homs pada Desember tahun lalu.
Ditanya tentang undangan Pemerintah Suriah untuk melakukan pembicaraan, Juru Bicara PBB Martin Nesirky mengatakan, PBB harus "menganalisa" tawaran, sebelum memberikan tanggapan resmi. "Menyatakan niat dari Pemerintah Suriah untuk mengundang Dr Sellstrom dan Miss Angela Kane adalah langkah ke arah yang benar," kata Nesirky, seperti dikutip dari AFP.
"Apa yang paling mendesak saat ini adalah, bahwa Pemerintah Suriah memungkinkan akses untuk tim investigasi tanpa penundaan lebih lanjut dan tanpa syarat apapun," lanjutnya. Nesirky menyatakan, bahwa penyelidik PBB diperlukan untuk memiliki "akses komprehensif" untuk semua area, di mana senjata kimia yang diduga telah digunakan.
Tawaran pembicaraan dibuat untuk ilmuwan Swedia, Ake Sellstrom, yang ditunjuk PBB untuk menyelidiki klaim penggunaan senjata kimia di Suriah dan Angela Kane, Perwakilan Tinggi PBB untuk Perlucutan Senjata.
Jaafari mengatakan kepada wartawan, Senin (8/7/2013), bahwa tujuan dari pembicaraan adalah untuk membahas lebih lanjut mekanisme dan kerangka acuan dari misi yang digagas pada Maret silam. Jaafari menolak tudingan, bahwa Damaskus berusaha untuk menggeser lingkup dan tujuan penyelidikan PBB.
Sebelumnya, pemerintahan Presiden Bashar al-Assad menegaskan, bahwa PBB harus fokus pada insiden yang dikaitkan dengan pasukan oposisi Suriah pada 23 Maret di Khan al-Assal, dekat utara Kota Aleppo.
Sementara menurut PBB, Damaskus telah melarang penyidik untuk memeriksa klaim yang dibuat oleh Inggris dan Perancis soal dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan rezim Suriah di Khan al-Assal dan Homs pada Desember tahun lalu.
Ditanya tentang undangan Pemerintah Suriah untuk melakukan pembicaraan, Juru Bicara PBB Martin Nesirky mengatakan, PBB harus "menganalisa" tawaran, sebelum memberikan tanggapan resmi. "Menyatakan niat dari Pemerintah Suriah untuk mengundang Dr Sellstrom dan Miss Angela Kane adalah langkah ke arah yang benar," kata Nesirky, seperti dikutip dari AFP.
"Apa yang paling mendesak saat ini adalah, bahwa Pemerintah Suriah memungkinkan akses untuk tim investigasi tanpa penundaan lebih lanjut dan tanpa syarat apapun," lanjutnya. Nesirky menyatakan, bahwa penyelidik PBB diperlukan untuk memiliki "akses komprehensif" untuk semua area, di mana senjata kimia yang diduga telah digunakan.
(esn)