Tentara Suriah rebut bangunan di Homs dari tangan pemberontak
Sabtu, 06 Juli 2013 - 15:58 WIB
Tentara Suriah rebut bangunan di Homs dari tangan pemberontak
A
A
A
Sindonews.com - Seorang aktivis di Suriah, dan media pemerintah melaporkan, pada Sabtu (6/7/2013), bahwa pasukan rezim Suriah berhasil merebut bangunan penting di Kota Homs, yang sebelumnya dikuasai kelompok pemberontak. Penguasaan bangunan itu dilakukan, setelah pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad mulai bergerak di Kota Homs, semalam.
Aktivis di Suriah, Tarik Badrakhan, mengatakan, pasukan Suriah menguasai bangunan di sebuah distrik yang dikuasai pemberontak. Pasukan Suriah masuk ke kota itu, setelah dikuasai pemberontak sejak setahun lalu.
Dikutip Fox News, pasukan Suriah menembakkan mortir dan rudal untuk menekan para pemberontak. Beberapa orang dari kelompok pemberontak dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Jatuhnya bangunan penting di Homs ke tangan pasukan Suriah terjadi saat kelompok oposisi sibuk memilih pemimpin baru mereka di Istanbul, Turki. Proses pemilihan pemimpin baru kelompok penentang rezim Presiden Bashar al-Assad itu juga berjalan alot.
Pasalnya, dua kandidat pemimpin ternyata tidak mendapatkan dukungan mayoritas suara dari 115 anggota Koalisi Nasional Suriah. ”Kedua kandidat tersebut adalah, Ahmad Jarba, tokoh adat yang terkait dengan Arab Saudi, dan Mustafa al-Sabbagh, seorang pengusaha Qatar,” tulis Reuters, dalam laporannya.
Tiga faksi yang bersaing dalam pemilihan Pemimpin Oposisi Suriah untuk menggulingkan Assad, antara lain, Faksi Persaudaraan Muslim, Faksi Sabbagh, dan Faksi Blok yang didukung Saudi.
Ketiga faksi gagal menyepakati calon pemimpin yang diusung masing-masing. Padahal, sudah berbulan-bulan, Koalisi Nasional Suriah tidak memiliki pemimpin, setelah ketua mereka mengundurkan diri karena perselisihan terkait rencana pembicaraan dengan Pemerintah Assad.
Aktivis di Suriah, Tarik Badrakhan, mengatakan, pasukan Suriah menguasai bangunan di sebuah distrik yang dikuasai pemberontak. Pasukan Suriah masuk ke kota itu, setelah dikuasai pemberontak sejak setahun lalu.
Dikutip Fox News, pasukan Suriah menembakkan mortir dan rudal untuk menekan para pemberontak. Beberapa orang dari kelompok pemberontak dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Jatuhnya bangunan penting di Homs ke tangan pasukan Suriah terjadi saat kelompok oposisi sibuk memilih pemimpin baru mereka di Istanbul, Turki. Proses pemilihan pemimpin baru kelompok penentang rezim Presiden Bashar al-Assad itu juga berjalan alot.
Pasalnya, dua kandidat pemimpin ternyata tidak mendapatkan dukungan mayoritas suara dari 115 anggota Koalisi Nasional Suriah. ”Kedua kandidat tersebut adalah, Ahmad Jarba, tokoh adat yang terkait dengan Arab Saudi, dan Mustafa al-Sabbagh, seorang pengusaha Qatar,” tulis Reuters, dalam laporannya.
Tiga faksi yang bersaing dalam pemilihan Pemimpin Oposisi Suriah untuk menggulingkan Assad, antara lain, Faksi Persaudaraan Muslim, Faksi Sabbagh, dan Faksi Blok yang didukung Saudi.
Ketiga faksi gagal menyepakati calon pemimpin yang diusung masing-masing. Padahal, sudah berbulan-bulan, Koalisi Nasional Suriah tidak memiliki pemimpin, setelah ketua mereka mengundurkan diri karena perselisihan terkait rencana pembicaraan dengan Pemerintah Assad.
(esn)