AS keluarkan travel warning ke Filipina selatan
Sabtu, 06 Juli 2013 - 15:47 WIB
AS keluarkan travel warning ke Filipina selatan
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat telah mengeluarkan peringatan kepada warganya agar tidak bepergian (travel warning) ke Filipina selatan. Peringatan itu menyusul tindakan serupa yang sebelumnya dilakukan Australia dan Kanada.
Kedutaan Besar AS di Manila, dikutip Fox News, Sabtu (6/7/2013), menyatakan, pada awal pekan ini semua staf diplomatik telah dilarang untuk bepergian ke tiga kota di pulau Mindanao, Filipina selatan.
Larangan bepergian itu, diikuti Departemen Luar Negeri AS yang menerbitkan travel warning pada Jumat (5/7/2013). Peringatan tersebut dikeluarkan, karena pulau Mindanao menjadi sarang militan al-Qaeda di Filipina yang masih aktif.
”Itu (travel warning) mencerminkan adanya ancaman yang terus-menerus di kepulauan Sulu dan pulau Mindanao, karena terkait kegiatan teroris dan pemberontak,” kata kedutaan AS dalam sebuah pernyataan.
Australia dan Kanada pada Rabu lalu mengeluarkan peringatan serupa, agar warganya terhindar dari serangan terorisme di Filipina selatan, yang salah satunya penculikan.
Sementara, Juru Bicara Kepolisian Nasional Filipina, Reuben Sindac, mengatakan, tidak mengetahui adanya ancaman khusus terhadap warga AS di Mindanao.
Namun, pemerintah AS meyakini pulau itu menjadi sarang berbagai kelompok bersenjata termasuk gerilyawan komunis, kelompok Abu Sayyaf, sebuah kelompok ekstremis lain yang kerap menebar teror ke AS. Pada tahun 2001, kelompok Abu Sayyaf menculik tiga turis AS, di sebuah resor di Filipina selatan.
Kedutaan Besar AS di Manila, dikutip Fox News, Sabtu (6/7/2013), menyatakan, pada awal pekan ini semua staf diplomatik telah dilarang untuk bepergian ke tiga kota di pulau Mindanao, Filipina selatan.
Larangan bepergian itu, diikuti Departemen Luar Negeri AS yang menerbitkan travel warning pada Jumat (5/7/2013). Peringatan tersebut dikeluarkan, karena pulau Mindanao menjadi sarang militan al-Qaeda di Filipina yang masih aktif.
”Itu (travel warning) mencerminkan adanya ancaman yang terus-menerus di kepulauan Sulu dan pulau Mindanao, karena terkait kegiatan teroris dan pemberontak,” kata kedutaan AS dalam sebuah pernyataan.
Australia dan Kanada pada Rabu lalu mengeluarkan peringatan serupa, agar warganya terhindar dari serangan terorisme di Filipina selatan, yang salah satunya penculikan.
Sementara, Juru Bicara Kepolisian Nasional Filipina, Reuben Sindac, mengatakan, tidak mengetahui adanya ancaman khusus terhadap warga AS di Mindanao.
Namun, pemerintah AS meyakini pulau itu menjadi sarang berbagai kelompok bersenjata termasuk gerilyawan komunis, kelompok Abu Sayyaf, sebuah kelompok ekstremis lain yang kerap menebar teror ke AS. Pada tahun 2001, kelompok Abu Sayyaf menculik tiga turis AS, di sebuah resor di Filipina selatan.
(esn)