Rusia & Korut masih berbeda pendapat soal Semenanjung Korea
Jum'at, 05 Juli 2013 - 23:49 WIB
Rusia & Korut masih berbeda pendapat soal Semenanjung Korea
A
A
A
Sindonews.com – Rusia dan Korea Utara (Korut) masih berbeda pendapat pada "sejumlah aspek yang signifikan" atas solusi terhadap masalah-masalah di Semenanjung Korea. Demikian disampaikan oleh Wakil Menlu Menteri Igor Morgulov, Jumat (5/7/2013).
"Masih ada sejumlah aspek yang signifikan, di mana sikap (Rusia dan Korut) berbeda untuk saat ini. Kami akan terus bekerja aktif dan konsisten dengan semua mitra untuk pembicaraan enam pihak, guna menemukan hasil yang dapat diterima bersama," jelas Morgulov, seperti dikutip dari Xinhua.
Morgulov membuat komentar ini, setelah kunjunan Wakil pertama Menteri Luar Negeri Korut, Kim Kye- Gwan ke Moskow. Morgulov menggambarkan kunjungan ini sebgai intensif dan bermakna.
Sebelumnya, sejumlah diplomat Rusia mengadakan pembicaraan selama beberapa jam dengan pejabat-pejabat tinggi Korea Utara (Korut), Kamis (4/7/2013). Dalam pembicaraan itu, Rusia mendesak Pyongyang untuk menghidupkan kembali perundingan nuklir enam pihak yang terhenti.
"Pihak Rusia menekankan perlunya untuk menyatukan upaya dalam kepentingan meredakan ketegangan (dan) menciptakan kondisi untuk memulai kembali awal pembicaraan enam pihak," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari AFP.
"Masih ada sejumlah aspek yang signifikan, di mana sikap (Rusia dan Korut) berbeda untuk saat ini. Kami akan terus bekerja aktif dan konsisten dengan semua mitra untuk pembicaraan enam pihak, guna menemukan hasil yang dapat diterima bersama," jelas Morgulov, seperti dikutip dari Xinhua.
Morgulov membuat komentar ini, setelah kunjunan Wakil pertama Menteri Luar Negeri Korut, Kim Kye- Gwan ke Moskow. Morgulov menggambarkan kunjungan ini sebgai intensif dan bermakna.
Sebelumnya, sejumlah diplomat Rusia mengadakan pembicaraan selama beberapa jam dengan pejabat-pejabat tinggi Korea Utara (Korut), Kamis (4/7/2013). Dalam pembicaraan itu, Rusia mendesak Pyongyang untuk menghidupkan kembali perundingan nuklir enam pihak yang terhenti.
"Pihak Rusia menekankan perlunya untuk menyatukan upaya dalam kepentingan meredakan ketegangan (dan) menciptakan kondisi untuk memulai kembali awal pembicaraan enam pihak," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari AFP.
(esn)