Filipina pertahankan tentara di Golan dengan syarat
Jum'at, 05 Juli 2013 - 20:34 WIB
Filipina pertahankan tentara di Golan dengan syarat
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Flipina akan mempertahankan 340 tentaranya yang bergabung dengan pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang menjalani misi di Dataran Tinggi Golan (UNDOF), jika permintaan para tentara agar diberikan peningkatan keamanan dikabulkan, Jumat (5/6/2013).
Menteri Luar Negeri Filiphina, Albert del Rosario mengatakan, Presiden Filipina Benigno Aquino akan menolak proposal untuk menarik tentara Filipina menjalani misi UNDOF, jika permintaan peningkatan keamanan berupa pemberian senjata berat dan perangkat perlindungan lainnya ditambah, disetujui PBB.
"Sesuai dengan hasil rapat, Filipina sepakat untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian kita. Presiden telah menyatakan, Filipina siap untuk terus berpartisipasi menjalankan misi UNDOF," ungkap Rosario.
Sebulan yang lalu Presiden Aquino mengatakan, peningkatan keamanan yang dibutuhkan pasukan Filipina adalah senjata berat anti-tank dan senjata anti-pesawat, serta perlindungan terhadap perang kimia.
Akhir Juli lalu, Dewan Keamanan (DK) PBB memutuskan untuk mempersenjatai pasukanUNDOF dengan senapan mesin.
DK PBB menekankan perlunya meningkatkan keamanan dan keselamatan pasukan UNDOF dan mendukung keputusan Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri dari UNDOF.Keputusan itu merupakan dampak atas meningkatnya situasi keamanan di zona gencatan senjata Suriah-Israel, sebagai dampak perang Suriah.
Sejak Maret lalu, tercatat sudah 3 kali pasukan UNDOF diculik, sementara dua pasukan UNDOF terluka karena ditembak pemberontak yang menyerang tentara Suriah.
Situasi di wilayah itu memang mulai tidak aman. Pertempuran antara tentara dengan pemberontak Suriah sesekali terjadi di wilayah tersebut. Akibatnya, pemerintah Austria, Jepang dan Kroasia memutusakan untuk menarik pasukan mereka yang bergabung dengan pasukan UNDOF.
Menteri Luar Negeri Filiphina, Albert del Rosario mengatakan, Presiden Filipina Benigno Aquino akan menolak proposal untuk menarik tentara Filipina menjalani misi UNDOF, jika permintaan peningkatan keamanan berupa pemberian senjata berat dan perangkat perlindungan lainnya ditambah, disetujui PBB.
"Sesuai dengan hasil rapat, Filipina sepakat untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian kita. Presiden telah menyatakan, Filipina siap untuk terus berpartisipasi menjalankan misi UNDOF," ungkap Rosario.
Sebulan yang lalu Presiden Aquino mengatakan, peningkatan keamanan yang dibutuhkan pasukan Filipina adalah senjata berat anti-tank dan senjata anti-pesawat, serta perlindungan terhadap perang kimia.
Akhir Juli lalu, Dewan Keamanan (DK) PBB memutuskan untuk mempersenjatai pasukanUNDOF dengan senapan mesin.
DK PBB menekankan perlunya meningkatkan keamanan dan keselamatan pasukan UNDOF dan mendukung keputusan Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri dari UNDOF.Keputusan itu merupakan dampak atas meningkatnya situasi keamanan di zona gencatan senjata Suriah-Israel, sebagai dampak perang Suriah.
Sejak Maret lalu, tercatat sudah 3 kali pasukan UNDOF diculik, sementara dua pasukan UNDOF terluka karena ditembak pemberontak yang menyerang tentara Suriah.
Situasi di wilayah itu memang mulai tidak aman. Pertempuran antara tentara dengan pemberontak Suriah sesekali terjadi di wilayah tersebut. Akibatnya, pemerintah Austria, Jepang dan Kroasia memutusakan untuk menarik pasukan mereka yang bergabung dengan pasukan UNDOF.
(esn)