Hizbullah diusir dari Teluk, karena bantu Rezim Suriah
Jum'at, 05 Juli 2013 - 14:52 WIB
Hizbullah diusir dari Teluk, karena bantu Rezim Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Negara-negara Arab Teluk mengusir orang-orang yang yang terkait kelompok Hizbullah Libanon. Dikutip Reuters, Jumat (5/7/2013), tindakan itu sebagai hukuman atas peran Hizbullah yang mendukung Rezim Presiden Bashar al-Assad dalam konflik di Suriah.
Kelompok Hizbullah sebenarnya, didirikan oleh Kaum Syiah Iran pada 1980-an untuk melawan pendudukan pasukan Israel di Libanon Selatan. Sedangkan perannya dalam konflik di Suriah, Hizbullah telah membuat para pemberontak penentang Assad kalah.
Sebaliknya para negara Arab Teluk mendukung kelompok pemberontak untuk menggulingkan Assad. Dewan Kerjasama Teluk (GCC), bulan lalu mengumumkan enam negara-negara anggotanya, akan mencabut residensi visa orang-orang yang terkait dengan Hizbullah. Targetnya adalah membekukan transaksi keuangan dan aktivitas komersial di Teluk.
Anggota GCC itu antara lain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Oman dan Bahrain. Selama pertemuan para pejabat keamanan GCC di Riyadh pada Kamis kemarin, Wakil Menteri Dalam Negeri Bahrain, Mayor Jenderal Khaled al-Absi, mengatakan, GCC telah menemukan beberapa sel teror Hizbullah di negara-negara Teluk. ”Keterlibatan mereka dalam pelatihan kelompok teror mencolok di Suriah,” kata Absi.
”Sayangnya, beberapa orang terlibat meski tanpa dibayar,” imbuh, pakar politik Emirat, Abdulkhaleq Abdullah. ”Hizbullah harus bertanggung jawab untuk ini. Hizbullah meninggalkan batas negaranya, dan ikut campur dalam masalah Suriah. Ini seharusnya tidak dibiarkan.”
Kelompok Hizbullah sebenarnya, didirikan oleh Kaum Syiah Iran pada 1980-an untuk melawan pendudukan pasukan Israel di Libanon Selatan. Sedangkan perannya dalam konflik di Suriah, Hizbullah telah membuat para pemberontak penentang Assad kalah.
Sebaliknya para negara Arab Teluk mendukung kelompok pemberontak untuk menggulingkan Assad. Dewan Kerjasama Teluk (GCC), bulan lalu mengumumkan enam negara-negara anggotanya, akan mencabut residensi visa orang-orang yang terkait dengan Hizbullah. Targetnya adalah membekukan transaksi keuangan dan aktivitas komersial di Teluk.
Anggota GCC itu antara lain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Oman dan Bahrain. Selama pertemuan para pejabat keamanan GCC di Riyadh pada Kamis kemarin, Wakil Menteri Dalam Negeri Bahrain, Mayor Jenderal Khaled al-Absi, mengatakan, GCC telah menemukan beberapa sel teror Hizbullah di negara-negara Teluk. ”Keterlibatan mereka dalam pelatihan kelompok teror mencolok di Suriah,” kata Absi.
”Sayangnya, beberapa orang terlibat meski tanpa dibayar,” imbuh, pakar politik Emirat, Abdulkhaleq Abdullah. ”Hizbullah harus bertanggung jawab untuk ini. Hizbullah meninggalkan batas negaranya, dan ikut campur dalam masalah Suriah. Ini seharusnya tidak dibiarkan.”
(esn)