Tekan pemberontak, tentara Suriah bombardir Kota Homs
Kamis, 04 Juli 2013 - 17:06 WIB
Tekan pemberontak, tentara Suriah bombardir Kota Homs
A
A
A
Sindonews.com- Pesawat tempur Suriah terus membom pusat Kota Homs pada Kamis (4/7/2013). Serangan terbaru itu untuk menekan para pasukan pemberontak Suriah yang melakukan perlawanan sengit di kota itu.
”Pesawat tempur beroperasi di Khaldiyeh, kota tua di Homs. Ada roket api dan suara ledakan disertai gumpalan asap,” kata pihak Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, dikutip Naharnet.
”Bentrokan sporadis sedang berlangsung antara pemberontak dan pasukan rezim Suriah di pinggiran Khaldiyeh,” lanjut pihak observatorium yang berbasis di Inggris itu.
Pasukan rezim Assad terus berperang untuk merebut kembali beberapa wilayah yang dikuasai pemberontak di Kota Homs. Kota itu sudah dijuluki sebagai ibu kota dari kubu pemberontak.
Pada Selasa lalu, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, menyatakan kekhawatirannya untuk 2.500 warga sipil yang terjebak di kota yang tengah bergolak tersebut.
”Bagi kelompok yang bertikai untuk melakukan yang terbaik guna menghindari korban sipil dan membuka akses bagi relawan kemanusiaan untuk membantu warga sipil yang terjebak, tanpa rasa takut dengan ancaman,” kata Ki-moon.
”Pesawat tempur beroperasi di Khaldiyeh, kota tua di Homs. Ada roket api dan suara ledakan disertai gumpalan asap,” kata pihak Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, dikutip Naharnet.
”Bentrokan sporadis sedang berlangsung antara pemberontak dan pasukan rezim Suriah di pinggiran Khaldiyeh,” lanjut pihak observatorium yang berbasis di Inggris itu.
Pasukan rezim Assad terus berperang untuk merebut kembali beberapa wilayah yang dikuasai pemberontak di Kota Homs. Kota itu sudah dijuluki sebagai ibu kota dari kubu pemberontak.
Pada Selasa lalu, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, menyatakan kekhawatirannya untuk 2.500 warga sipil yang terjebak di kota yang tengah bergolak tersebut.
”Bagi kelompok yang bertikai untuk melakukan yang terbaik guna menghindari korban sipil dan membuka akses bagi relawan kemanusiaan untuk membantu warga sipil yang terjebak, tanpa rasa takut dengan ancaman,” kata Ki-moon.
(esn)