Lebih dari 100 ribu orang terbunuh selama perang Suriah
Rabu, 26 Juni 2013 - 16:23 WIB
Lebih dari 100 ribu orang terbunuh selama perang Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Lebih dari 100 ribu orang terbunuh sejak konflik di Suriah pecah Maret 2011. Demikian laporan data Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, Rabu (26/6/2013).
Banyaknya orang yang terbunuh di Suriah itu, menurut pihak Observatorium tersebut sebagai peristiwa paling kejam dari konflik di Arab selama ini.
Menurut kelompok itu, jumlah orang yang terbunuh tepatnya berjumlah 100.191 orang. Rinciannya, sebanyak 36.661 warga sipil dengan 3 ribu perempuan dan lebih dari 5 ribu anak di bawah usia 16 tahun.
”Kemudian kelompok, yang bergantung pada jaringan aktivis, dokter dan pengacara di seluruh Suriah yang masuk dalam kelompok pemberontak sekitar 18.072 tewas,” tulis Reuters, mengutip pernyataan Observatoirum.
Sedangkan dari kubu Rezim Suriah, kelompok itu melaporkan sedikitnya 25.407 tentara Angkatan Darat tewas. Lalu, ditambah 17.311 milisi pro-rezim dan 169 anggota kelompok Syiah Libanon yang bergabung dengan tentara Suriah.
Kelompok lainnya, dari orang tak dikenal yang tewas sebanyak 2.571 orang. Semua data itu tercatat sampai 24 Juni 2013. Data korban tewas itu, menurut kelompok tersebut adalah bukti tingkat kekerasan yang parah dalam upaya perubahan rezim.
Selama ini, Pemerintah Suriah terus melawan upaya pemberontak yang ingin menggulingkan Rezim Assad dari kursi kepemimpinan Suriah. Krisis Suriah juga memicu ketegangan dunia,karena berbagai negara saling mendukung dua kubu yang berlawanan. AS, Inggris dan Negara Arab mendukung pemberontak, sedangkan Rusia dan Iran tetap mendukung Rezim Assad.
Banyaknya orang yang terbunuh di Suriah itu, menurut pihak Observatorium tersebut sebagai peristiwa paling kejam dari konflik di Arab selama ini.
Menurut kelompok itu, jumlah orang yang terbunuh tepatnya berjumlah 100.191 orang. Rinciannya, sebanyak 36.661 warga sipil dengan 3 ribu perempuan dan lebih dari 5 ribu anak di bawah usia 16 tahun.
”Kemudian kelompok, yang bergantung pada jaringan aktivis, dokter dan pengacara di seluruh Suriah yang masuk dalam kelompok pemberontak sekitar 18.072 tewas,” tulis Reuters, mengutip pernyataan Observatoirum.
Sedangkan dari kubu Rezim Suriah, kelompok itu melaporkan sedikitnya 25.407 tentara Angkatan Darat tewas. Lalu, ditambah 17.311 milisi pro-rezim dan 169 anggota kelompok Syiah Libanon yang bergabung dengan tentara Suriah.
Kelompok lainnya, dari orang tak dikenal yang tewas sebanyak 2.571 orang. Semua data itu tercatat sampai 24 Juni 2013. Data korban tewas itu, menurut kelompok tersebut adalah bukti tingkat kekerasan yang parah dalam upaya perubahan rezim.
Selama ini, Pemerintah Suriah terus melawan upaya pemberontak yang ingin menggulingkan Rezim Assad dari kursi kepemimpinan Suriah. Krisis Suriah juga memicu ketegangan dunia,karena berbagai negara saling mendukung dua kubu yang berlawanan. AS, Inggris dan Negara Arab mendukung pemberontak, sedangkan Rusia dan Iran tetap mendukung Rezim Assad.
(esn)