Niat dialog AS & Taliban berlanjut, meski Kabul diteror
Rabu, 26 Juni 2013 - 14:23 WIB
Niat dialog AS & Taliban berlanjut, meski Kabul diteror
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah AS dan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, telah sepakat untuk mengadakan pembiaraan dengan Taliban, meski serangan baru saja meneror pusat Kota Kabul pada Selasa kemarin.
Pihak Gedung Putih, dikutip BBC, Rabu (26/6/2013), mengatakan Presiden Barack Obama dan Presiden Hamid Karzai dalam konferensi video sepakat, bahwa proses perdamaian adalah cara terbaik untuk mengakhiri kekerasan.
Mereka juga kembali menegaskan dukungannya untuk pendirian kantor Taliban di Doha, Qatar.
Pada Selasa kemarin, tiga penjaga keamanan dan empat militan tewas dalam serangan terhadap Istana Presiden Afghanistan dan dan kantor CIA. Para penyerang menggunakan dua kendaraan yang sama dengan yang dipakai pasukan internasional. Mengenakan lencana palsu dan melewati kendaraan pasukan internasional para militant menembus zona kemanan di Ibu Kota Kabul.
Karzai sebelumnya keberatan dengan kantor Taliban di Doha lengkap dengan bendera Taliban. Namun, dia mengalah setelah menerima jaminan dari Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang juga membujuk Pemerintah Qatar untuk memberikan tempat kepada Taliban.
“Kami menegaskan kembali, bahwa proses perdamaian dan rekonsiliasi yang dipimpin Afghanistan dan adalah cara paling pasti untuk mengakhiri kekerasan dan memastikan stabilitas abadi di Afghanistan,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney.
”Dan mereka menegaskan kembali dukungan mereka untuk kantor di Doha yang bertujuan pada negosiasi antara Dewan Perdamaian Tinggi dan perwakilan resmi dari Taliban,” lanjut Carney. ”Kedua presiden menegaskan kembali bahwa Pemilu yang bebas, adil, dan kredibel akan penting bagi masa depan Afghanistan.”
Pihak Gedung Putih, dikutip BBC, Rabu (26/6/2013), mengatakan Presiden Barack Obama dan Presiden Hamid Karzai dalam konferensi video sepakat, bahwa proses perdamaian adalah cara terbaik untuk mengakhiri kekerasan.
Mereka juga kembali menegaskan dukungannya untuk pendirian kantor Taliban di Doha, Qatar.
Pada Selasa kemarin, tiga penjaga keamanan dan empat militan tewas dalam serangan terhadap Istana Presiden Afghanistan dan dan kantor CIA. Para penyerang menggunakan dua kendaraan yang sama dengan yang dipakai pasukan internasional. Mengenakan lencana palsu dan melewati kendaraan pasukan internasional para militant menembus zona kemanan di Ibu Kota Kabul.
Karzai sebelumnya keberatan dengan kantor Taliban di Doha lengkap dengan bendera Taliban. Namun, dia mengalah setelah menerima jaminan dari Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang juga membujuk Pemerintah Qatar untuk memberikan tempat kepada Taliban.
“Kami menegaskan kembali, bahwa proses perdamaian dan rekonsiliasi yang dipimpin Afghanistan dan adalah cara paling pasti untuk mengakhiri kekerasan dan memastikan stabilitas abadi di Afghanistan,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney.
”Dan mereka menegaskan kembali dukungan mereka untuk kantor di Doha yang bertujuan pada negosiasi antara Dewan Perdamaian Tinggi dan perwakilan resmi dari Taliban,” lanjut Carney. ”Kedua presiden menegaskan kembali bahwa Pemilu yang bebas, adil, dan kredibel akan penting bagi masa depan Afghanistan.”
(esn)