Setengah kekuatan militan Kurdi telah keluar dari Turki
Selasa, 25 Juni 2013 - 23:26 WIB
Setengah kekuatan militan Kurdi telah keluar dari Turki
A
A
A
Sindonews.com – Sekitar setengah dari jumlah total militan Partai Pekerja Kurdi (PKK) telah ditarik keluar dari wilayah Turki. Demikian dilaporkan Daily News Turki, Selasa (25/6/2013).
Sesuai dengan perjanjian kesepakatan damai dengan pemerintah Turki, PKK mulai menarik anggota mereka dari wilayah Turki sejak 8 Mei lalu. “Sekitar 150 militan PKK yang terbagi dalam tiga kelompok, baru saja meninggalkan kota-kota Diyarbakir, Bingol dan, Bitlis. Mereka menuju kamp Metina di Irak utara,” kata laporan Daily News Turki.
Anggota PKK lainnya yang berada di daerah pedesaan dekat Laut Hitam dan provinsi Sivas, juga mulai pindah ke Irak utara, lanjut laporan itu. Sebelumnya, pemimpin PKK di kamp Metina, Delal Amed, telah menuduh pemerintah Turki membangun pos-pos militer baru untuk memisahkan militan dari kelompoknya.
Namun, Amed berjanji, bahwa mereka akan menarik diri dari wilayah Turki seperti yang direncanakan. Amed juga meminta Ankara untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk bergerak maju ke tahap kedua dari proses penyelesaian, yang terdiri dari amandemen konstitusi dan legislatif yang akan membawa reformasi demokratis Kurdi.
Sebelumnya, Turki telah mengadakan perundingan perdamaian dengan pemimpin PKK yang saat ini mendekam di penjara Turki, Abdullah Ocalan sejak Oktober lalu. Pada 21 Maret, Ocalan akhirnya membuat pengumuman gencatan senjata dan penarikan dari wilayah Turki, yang direspon positif oleh kelompok militan itu.
Sesuai dengan perjanjian kesepakatan damai dengan pemerintah Turki, PKK mulai menarik anggota mereka dari wilayah Turki sejak 8 Mei lalu. “Sekitar 150 militan PKK yang terbagi dalam tiga kelompok, baru saja meninggalkan kota-kota Diyarbakir, Bingol dan, Bitlis. Mereka menuju kamp Metina di Irak utara,” kata laporan Daily News Turki.
Anggota PKK lainnya yang berada di daerah pedesaan dekat Laut Hitam dan provinsi Sivas, juga mulai pindah ke Irak utara, lanjut laporan itu. Sebelumnya, pemimpin PKK di kamp Metina, Delal Amed, telah menuduh pemerintah Turki membangun pos-pos militer baru untuk memisahkan militan dari kelompoknya.
Namun, Amed berjanji, bahwa mereka akan menarik diri dari wilayah Turki seperti yang direncanakan. Amed juga meminta Ankara untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk bergerak maju ke tahap kedua dari proses penyelesaian, yang terdiri dari amandemen konstitusi dan legislatif yang akan membawa reformasi demokratis Kurdi.
Sebelumnya, Turki telah mengadakan perundingan perdamaian dengan pemimpin PKK yang saat ini mendekam di penjara Turki, Abdullah Ocalan sejak Oktober lalu. Pada 21 Maret, Ocalan akhirnya membuat pengumuman gencatan senjata dan penarikan dari wilayah Turki, yang direspon positif oleh kelompok militan itu.
(esn)