Hacker serang situs kepresidenan Korsel

Selasa, 25 Juni 2013 - 14:46 WIB
Hacker serang situs...
Hacker serang situs kepresidenan Korsel
A A A
Sindonews.com - Kelompok peretas dunia maya yang menamakan diri Anonymous merealisasikan ancaman yang mereka lontarkan empat hari yang lalu. Hari ini, sejumlah situs kantor kepresidenan Korea Selatan dan beberapa organisasi mengklaim mendapat serangan cyber dari Anonymous, Selasa (25/6/2013).

Menurut kantor berita Korsel, Yonhap, serangan hacker menimpa halaman situs Cheong Wa Dae dan Kantor Koordinasi Kebijakan Pemerintah pada pukul 9.30 pagi. Akibatnya, pemerintah memutuskan untuk menutup sementara situs itu demi perbaikan.Dalam situs tersebut terlihat tulisan merah yang artinya "pemimpin besar Kim Jong-un," pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut).

Kemudian, sejak pukul 10 pagi, muncul tulisan baru, " kami Anonymous, kami adalah legiun, kami tanpa ampun, kami tak terlupakan, tunggu kami," tulisan itu disertai foto Presiden Korsel, Park Geun-hye.

Selain penyerang situs pemerintah, Anonymous juga diduga menyerang media harian konservatif Chosun Ilbo dan beberapa harian partai berkuasa Saenuri, sebab halaman web keduanya lumpuh sejak Selasa pagi.

Tidak jelas apakah Korut terlibat dalam serangan cyber yang diluncurkan oleh Anonymous. "Kabar ini dibenarkan oleh Cheong Wa Dae dan Kantor Perdana Menteri, serta sejumlah media lokal yang menjadi target serangan cyber," ungkap seorang pejabat Badan Kepolisian Nasional yang menangani serangan cyber. "Nampaknya, serangan cyber besar-besaran telah dimulai," imbuh pejabat itu.

Pasca pembajakan, militer Korsel meningkatkan status pengawasan informasi dan meningkatkan personel keamanan cyber untuk memonitor setiap upaya penyusupan ke sistem jaringan militer. Kepala staf gabungan militer JSC telah meningkatkatkan status pengawasan dari tingkat 5 menjadi empat. "Sejauh ini belum ada upaya pembajakan terhadap situs militer." ungkap seorang pejabat JSC.

Anonymous mengancam akan menyerang lebih dari 30 website pemerintah, media dan juga bisnis, serta membocorkan informasi rahasia terkait aspek militer, Jumat (21/6/2013). Langkah itu dilakukan sebagai wujud protes atas kebijakan pemimpin Korut Kim Jong Un.
(esn)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
55 menit yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
1 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
2 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
5 jam yang lalu
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved