Dibantah, laporan CIA latih pemberontak Suriah di Yordania
Minggu, 23 Juni 2013 - 16:41 WIB
Dibantah, laporan CIA latih pemberontak Suriah di Yordania
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Yordania membantah laporan bahwa Badan Intelijen Amerika Serikat (AS), CIA dan pasukan operasi khusus AS telah melatih pemberontak Suriah di wilayah Yordania, Sabtu (23/6/2013). Laporan itu di publikasikan oleh Los Angeles Times, Jumat (21/6/2013) lalu.
"Tidak ada tempat pelatihan di negara kita untuk kelompok oposisi Suriah," ungkap Perdana Menteri Yordania, Abdullah Nsur. Ia bersikeras, bahwa kebijakan Amman adalah tidak ikut campur dalam masalah dalam negeri Suriah.
"Warga Suriah yang diterima di negara kita hanyalah pengungsi. Tidak ada pelatihan bagi pemberontak Suriah di Yordania." tegas Nsur.
Los Angeles Times melaporkan, CIA dan pasukan operasi khusus AS telah memberikan pelatihan selama dua pekan kepada 20-45 pejuang sejak November 2012 lalu di Pangkalan Angkatan Udara AS yang baru di wilayah Gurun, Yordania selatan.
Seorang komandan pemberontak dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang berjuang di Provinsi Dara, Suriah, mengatakan kepada Los Angeles Times, bahwa mereka dilatih menggunakan senjata anti tank 14,5 milimeter buatan Rusia, anti rudal, dan senjata 23 milimiter anti pesawat.
"Mereka orang CIA, kami duduk dan berbicara bersama mereka saat istirahat, sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan. Mereka mencoba mencari tahu tentang informasi situasi," ungkap komandan tersebut.
CIA dan Gedung Putih menolak mengkonfirmasi kebenaran laporan Los Angeles Times ini.
"Tidak ada tempat pelatihan di negara kita untuk kelompok oposisi Suriah," ungkap Perdana Menteri Yordania, Abdullah Nsur. Ia bersikeras, bahwa kebijakan Amman adalah tidak ikut campur dalam masalah dalam negeri Suriah.
"Warga Suriah yang diterima di negara kita hanyalah pengungsi. Tidak ada pelatihan bagi pemberontak Suriah di Yordania." tegas Nsur.
Los Angeles Times melaporkan, CIA dan pasukan operasi khusus AS telah memberikan pelatihan selama dua pekan kepada 20-45 pejuang sejak November 2012 lalu di Pangkalan Angkatan Udara AS yang baru di wilayah Gurun, Yordania selatan.
Seorang komandan pemberontak dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang berjuang di Provinsi Dara, Suriah, mengatakan kepada Los Angeles Times, bahwa mereka dilatih menggunakan senjata anti tank 14,5 milimeter buatan Rusia, anti rudal, dan senjata 23 milimiter anti pesawat.
"Mereka orang CIA, kami duduk dan berbicara bersama mereka saat istirahat, sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan. Mereka mencoba mencari tahu tentang informasi situasi," ungkap komandan tersebut.
CIA dan Gedung Putih menolak mengkonfirmasi kebenaran laporan Los Angeles Times ini.
(esn)