Jadi mata-mata Israel, 2 warga Palestina digantung
Sabtu, 22 Juni 2013 - 17:56 WIB
Jadi mata-mata Israel, 2 warga Palestina digantung
A
A
A
Sindonews.com - Hamas mengeksekusi dua warga Palestina dengan hukuman gantung, karena dituduh menjadi mata-mata untuk Israel. Demikian disampaikan para pemimpin Hamas dikutip Reuters Sabtu (22/6/2013).
Para pemimpin Hamas, mengatakan mereka yang dihukum gantung adalah dua warga Palestina yang menjadi mata-mata untuk Israel selama satu dekade. Hukuman gantung itu untuk dua warga itu, merupakan eksekusi yang pertama sejak pemberian amnesti bagi informan yang bekerja untuk Israel.
Ada sekitar 16 warga Palestina telah dieksekusi di Gaza, karena menjadi mata-mata sejak Hamas merebut wilayah itu pada tahun 2007.
Hamas, yang menolak setiap pengakuan Israel sebagai negara yang sah, menyatakan, eksekusi itu bertujuan untuk mengecilkan nyali para warga Palestina yang terlilit kemiskinan dengan menjual informasi ke Israel.
”Informasi yang dijual, seperti keberadaan militan atau depot senjata,” tulis Reuters mengutip pernyataan pihak Hamas.
Aktivis hak asasi manusia, mengatakan eksekusi tersebut melanggar Hukum Palestina. Mereka minta setiap kasus serupa harus ditinjau ulang Presiden Mahmoud Abbas.
Namun Hamas tidak mengakui Abbas yang didukung Barat sebagai pemimpin otoritas di Gaza.
Para pemimpin Hamas, mengatakan mereka yang dihukum gantung adalah dua warga Palestina yang menjadi mata-mata untuk Israel selama satu dekade. Hukuman gantung itu untuk dua warga itu, merupakan eksekusi yang pertama sejak pemberian amnesti bagi informan yang bekerja untuk Israel.
Ada sekitar 16 warga Palestina telah dieksekusi di Gaza, karena menjadi mata-mata sejak Hamas merebut wilayah itu pada tahun 2007.
Hamas, yang menolak setiap pengakuan Israel sebagai negara yang sah, menyatakan, eksekusi itu bertujuan untuk mengecilkan nyali para warga Palestina yang terlilit kemiskinan dengan menjual informasi ke Israel.
”Informasi yang dijual, seperti keberadaan militan atau depot senjata,” tulis Reuters mengutip pernyataan pihak Hamas.
Aktivis hak asasi manusia, mengatakan eksekusi tersebut melanggar Hukum Palestina. Mereka minta setiap kasus serupa harus ditinjau ulang Presiden Mahmoud Abbas.
Namun Hamas tidak mengakui Abbas yang didukung Barat sebagai pemimpin otoritas di Gaza.
(esn)