Filipina & AS akan bermanuver di wilayah yang diklaim China
Kamis, 20 Juni 2013 - 16:11 WIB
Filipina & AS akan bermanuver di wilayah yang diklaim China
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat dan Filipina akan mengadakan manuver angkatan laut bersama di Laut China Selatan, Minggu depan. Mereka akan berlatih bersama di Pulau Luzon yang diklaim oleh China dan Filipina.
Demikian pernyataan pihak militer Filipina, Kamis (19/6/2013). Juru Bicara Angkatan Laut Filpina, Letnan Gregory Fabic kepada AFP, mengatakan, latihan akan berlangsung dari 27 Juni-2 Juli, di sebuah wilayah yang berjarak 108 kilometer (67 mil) dari Scarborough Shoal.
”Ini (latihan) direncanakan seperti pada tahun 2010. Apa yang terjadi sejak saat itu adalah murni kebetulan,” kata Fabic, ketika ditanya apakah latihan itu sebagai penegasan kembali Filipina atas kedaulatannya di kawasan itu.
Ia menambahkan, manuver akan digelar di area seluas 12.347 kilometer persegi (4.767 mil persegi) dari perairan.
Sementara, kapal Pemerintah China, diyakini masih berpatroli di perairan sekitar. Juru Bicara Kedutaan China di Manila tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentarnya pada Kamis.
Beijing mengklaim memiliki hak atas hampir seluruh Laut China Selatan, bahkan perairan utama yang dekat dengan pantai di negara-negara Asia Tenggara.
Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan juga mengklaim bagian laut, dan daerah itu selama beberapa dekade. Saling klaim itulah yang memicu potensi utama konflik militer di wilayah tersebut.
Sejak bulan lalu, Angkatan Laut Filipina juga telah memantau kapal Pemerintah China di Laut China Selatan. Fabic tidak merinci jumlah armada perang yang digunakan untuk latihan bersama militer AS. ”Kami akan fokus pada komunikasi, operasi permukaan laut, kontra-terorisme dan keamanan maritim," katanya.
Demikian pernyataan pihak militer Filipina, Kamis (19/6/2013). Juru Bicara Angkatan Laut Filpina, Letnan Gregory Fabic kepada AFP, mengatakan, latihan akan berlangsung dari 27 Juni-2 Juli, di sebuah wilayah yang berjarak 108 kilometer (67 mil) dari Scarborough Shoal.
”Ini (latihan) direncanakan seperti pada tahun 2010. Apa yang terjadi sejak saat itu adalah murni kebetulan,” kata Fabic, ketika ditanya apakah latihan itu sebagai penegasan kembali Filipina atas kedaulatannya di kawasan itu.
Ia menambahkan, manuver akan digelar di area seluas 12.347 kilometer persegi (4.767 mil persegi) dari perairan.
Sementara, kapal Pemerintah China, diyakini masih berpatroli di perairan sekitar. Juru Bicara Kedutaan China di Manila tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentarnya pada Kamis.
Beijing mengklaim memiliki hak atas hampir seluruh Laut China Selatan, bahkan perairan utama yang dekat dengan pantai di negara-negara Asia Tenggara.
Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan juga mengklaim bagian laut, dan daerah itu selama beberapa dekade. Saling klaim itulah yang memicu potensi utama konflik militer di wilayah tersebut.
Sejak bulan lalu, Angkatan Laut Filipina juga telah memantau kapal Pemerintah China di Laut China Selatan. Fabic tidak merinci jumlah armada perang yang digunakan untuk latihan bersama militer AS. ”Kami akan fokus pada komunikasi, operasi permukaan laut, kontra-terorisme dan keamanan maritim," katanya.
(esn)